Bantuan Modal UKM Berbasis Dusun dan RW Pecahkan Masalah Pengangguran

Jumat, 19 Februari 2021 | 19:50 WITA
Penulis :
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat berkunjung ke UKM yang telah mendapatkan bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW

BANTAENG, MELEKNEWS — Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin melakukan pemantauan progres perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mendapat bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW di kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Jum’at (18/2/2021).

Dari pemantauan itu, sejumlah UKM yang didatangi oleh, Ilham Azikin tersebut telah mempekerjakan tiga hingga sembilan orang yang ada di dusun mereka.

Salas satu yang dikunjungi adalah usaha meubel yang dikelola anak muda di Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu. Pengelolanya adalah Aswin Akbar. Dia membuat meubel yang menarik untuk kebutuhan kafe atau furniture lainnya.

Aswin mengaku telah mempekerjakan lima orang tenaga kerja. Mereka adalah anak muda yang tergabung dalam karang taruna di Desanya.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat berkunjung ke UKM yang telah mendapatkan bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW
Bupati Bantaeng Pantau pelaku UKM

Bantuan modal usaha yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng dia gunakan untuk membeli peralatan. Berkat peralatan itu, dari hasil tersebut dirinya bisa memproduksi lebih banyak furniture untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Setelah ada peralatan ini, kita bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kita juga telah menambah tenaga kerja,” jelas Aswin.

Selain usaha meubel milik, Aswin Bupati Bantaeng juga mengunjungi beberapa UKM lainnya seperti usaha loundry dan butik di Kecamatan Bissappu.

Para pemilik usaha ini mengaku mendapatkan keuntungan yang berlebih setelah mendapatkan bantuan modal usaha. Merekapun memberdayakan tetangga-tetangga mereka untuk dijadikan tenaga kerja.

Selain itu, Ilham Azikin juga mendatangi sebuah pabrik meubel milik Jufri di Kecamatan Bissappu. Di sini, Jufri mengaku telah mempekerjakan lebih dari sembilan tenaga kerja. Sebagian besar di antaranya adalah tenaga kerja yang putus sekolah.

Menurut Jufri dirinya mempekerjakan warga setempat yang sudah putus sekolah yang belum paham apapun

“Kita memang mencari tenaga kerja yang tidak paham apapun akan tetapi mereka mau belajar,” jelas dia.

Dia menyampaikan kalau bantuan modal usaha dari Pemkab Bantaeng dirinya gunakan untuk membeli peralatan untuk memudahkan penyelesaian pesanan pasar.

Untuk pemasaran meubelnya sebagian besar berasal dari sekolah yang ada di Bantaeng.

“Kebanyakan pesanan datang dari sekolah. Ada yang di SMP, ada juga yang di SD,” jelas dia.

Sementara itu Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengaku sejauh ini UKM yang telah mendapat bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW telah merekrut tenaga kerja yang dimana tenaga kerjanya berasal dari tetangga di sekitar mereka.

Ilham mengatakan kalau walaupun saat ini kita berada di masa Pandemi namun berkat keberadaan UKM ini masyarakat Bantaeng tetap produktif

“Ini adalah sebuah kemajuan, di masa pandemi ini, mereka tetap memiliki pekerjaan dan produktif berkat keberadaan UKM ini,” jelas dia.

Ilham Azikin mengaku terus berupaya untuk mencari solusi atas masalah dari UKM yang muncul. Dia menyebut, pemerintah akan berusaha hadir untuk menyelesaikan masalah itu agar usaha itu tetap sehat.

“Pemerintah akan selalu hadir dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, Misalnya jika ada yang membutuhkan pelatihan pertukangan. Kita carikan solusi untuk membuat pelatihan melalui BLK” jelasnya.

Untuk pemasaran hasil karya mereka maka pemerintah juga akan berupaya membuat jejaring pasar dan promosi untuk produksi mereka.

“Perintah juga akan terus berupaya membuat jejaring pasar agar produksi mereka tetap bisa tetap terjual” ungkapnya. (*)