Keluarga Almarhumah Tak Respon, Pemkab Terkendala Pemulangan Jenazah TKW di Malaysia

Selasa, 16 Februari 2021 | 13:39 WITA
Penulis :
Muhammad Haris, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Kawasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng
Muhammad Haris, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Kawasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng

BANTAENG, MELEKNEWS — Pemkab Bantaeng melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, mengaku terkendala rencana pemulangan jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bantaeng di Malaysia.

Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Kawasan Kerja Disnakerperind, Muhammad Haris, Selasa (16/2). “Kami terkendala pemulangan jenazah TKW dari Malaysia ke Bantaeng”, akunya.

Menurut Kabid, pihaknya belum tahu persis identitas TKW tersebut. Kata dia, laporan yang sampai ke kantornya hanya menyebutkan nama desa tempat TKW berasal, yakni, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang.

Dikatakan Haris, sejak menerima pemberitahuan dari KBRI di Malaysia melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Makassar, Selasa (11/2), pihaknya langsung menindak lanjuti mencari tahu keberadaan keluarga TKW tersebut di Bantaeng.

Akhirnya kata Haris, pihaknya diberi nomor HP atas nama keluarga dari TKW ini. Namun, kata dia, sangat disayangkan, sudah berkali-kali dihubungi tapi pemilik nomor ponsel tidak merespon panggilan. “Kami sudah menghubungi nomor ponsel yang diberikan tapi tidak direspon”, sesalnya.

Meski demikian, Haris tidak berputus asa. Dia mengutus dua orang stafnya mencari tahu dan bertemu langsung keluarga TKW. Haris mengaku memaklumi atas tidak responnya keluarga TKW yang dihubungi via ponsel karena ada oknum yang memanfaatkan sistuasi seperti ini. “Saya maklumi. Biasanya kalau ada peristiwa seperti ini, ada calo yang memanfaatkan situasi”, bebernya.

Pudding, ponakan almarhumah, kaget ketika wartawan meleknews.id menghubungi ponselnya. Dia menyatakan minta maaf karena tidak tahu kalau yang menghubungi beberapa hari terakhir adalah pejabat dari Disnakerperind Bantaeng.

Pudding mengatakan, pihak keluarganya sangat berharap jenazah almarhumah atas nama Kare’, bisa dipulangkan untuk disemayamkan di pekuburan umum di kampung halamannya. “Keluarga besar kami berharap bisa dipulangkan jenazah tante kami, pak”, ujarnya.

Ditanya tentang penyebab kematian Kare’, Kabid mengatakan, data yang sampai di mejanya menyebutkan, penyebabnya adalah penyakit asma. “Menurut informasi dari kedutaan, almarhumah meninggal karena sakit asma”, paparnya.

Diungkapkan Pudding, almarhumah berangkat ke Malaysia bersama suaminya setahun yang lalu. “Tahun lalu dia berangkat”, ucapnya.