Lurah Klarifikasi Soal Oknum Camat di Bantaeng Minta Uang Mediasi

Kamis, 11 Februari 2021 | 18:22 WITA
Penulis :
Lurah Karatuang, Ahmad Amiruddin, bersama Subair dan istri Subair, saat memberikan klarifikasi kepada wartawan meleknews.id, Kamis (11/2/2021)
Lurah Karatuang, Ahmad Amiruddin, bersama Subair dan istri Subair, saat memberikan klarifikasi kepada wartawan meleknews.id, Kamis (11/2/2021)

BANTAENG, MELEKNEWS — Berita yang diterbitkan media ini, edisi, Selasa (9/2/2021), jam 15.48 WITA, dengan judul “Berdalih Mediasi, Oknum Camat di Bantaeng Minta Uang Satu Juta”, menimbulkan tanda tanya sejumlah kalangan di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, tidak ada inisial nama pejabat ataupun alamat jelas yang menjadi sumber berita. Tapi, Ika selaku sumber dihubungi oleh Lurahnya melalui WhatsApp. “Saya dichat oleh pak Lurah”, akunya.

Akibat berita ini, Ika dimintai keterangan oleh dua Kanit Intel dari Polres Bantaeng, Kamis (11/2/2021). “Saya sudah memberikan keterangan kepada polisi tentang masalah uang mediasi”, ucapnya.

Ika memberikan keterangan secara lugas kepada dua orang petugas dari Polres, bahwasanya, apa yang termuat di dalam berita tersebut benar adalah keterangannya. Dia mengungkapkan kalau dirinya menerima chat WA dari Lurahnya.

Selanjutnya, Ika mengirim percakapan antara dia dengan Lurahnya melalui WA kepada Intel Polres. Awalnya, anggota Intel Polres meminta untuk difoto hasil screen shot WA tersebut. Namun Ika meminta nomor WA anggota Intel dan selanjutnya mengirim percakapan antara dia dengan lurahnya.

Selagi mengikuti proses pengambilan keterangan Ika oleh anggota Intel Polres, ada panggilan masuk ke telepon selular wartawan meleknews.id dari Lurah Karatuang, Ahmad Amiruddin, ingin memberikan klarifikasi.

Lurah Karatuang menelpon karena merasa dia yang dimaksud di dalam berita. “Saya yang kena ini, maka saya klarifikasi karena ada kesalahpahaman”, aku Lurah kepada wartawan meleknews.id.

Subair, kakek Ika, yang datang bersama Lurah Karatuang, menyayangkan masalah ini muncul di media online. Subair mengakui bahwa dialah yang meminta uang kepada Ika, bukan pemerintah. “Kamu saja yang mengerti nak (Ika, red). Karena sejak pagi mereka belum makan mengurusi mediasi ini”, ujar Subair.

Sementara itu, ketika Ika memberikan keterangan kepada polisi, dia mengaku bahwa uang sebesar Rp 500 ribu yang diambil oleh yang mengaku staf kantor camat, sudah dikembalikan secara utuh pada, Rabu (10/2/2021) malam yang dititip melalui tantenya.

Lurah Karatuang menegaskan, baik dia ataupun Camatnya, tidak pernah minta uang kepada warga. “Saya dan pak Camat tidak pernah meminta uang kepada warga”, pungkasnya.