Berdalih Mediasi, Oknum Camat di Bantaeng Minta Uang Satu Juta

Selasa, 9 Februari 2021 | 15:48 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Entah kenapa sehingga masih ada oknum pejabat yang tebal muka dan “berkuping gajah”, tak malu meminta uang kepada rakyat.

Di Bantaeng, salah seorang oknum Camat, meminta uang kepada warga sebesar Rp 1 juta. Alasannya, untuk biaya mediasi dalam sengketa harta gonogini.

Ika, warga yang mengaku dimintai uang, Selasa (9/2/2021), mengungkapkan, sepeninggal ayahnya, dia menuntut harta gonogini ke ibu tirinya. Karena, kata dia, harta gonogini antara almarhum ayahnya dengan ibu tirinya adalah hasil penjualan harta gonogini antara ayahnya dengan almarhum ibu kandungnya.

Dijelaskan Ika, sebelum ayahnya menikahi ibu tirinya, ayahnya menjual harta peninggalan gonogini ibunya kandungnya. Hasil penjualan tersebut, terang Ika, dibelikan rumah.

Rumah hasil pembelian harta gonogini ibu kandungnya tersebut, dituntut oleh Ika agar dibagi antara dia bersaudara dengan ibu tirinya.

Menurut Ika, pemerintah setempat yang memediasi masalah ini dan berhasil. “Pemerintah kami yang mediasi dan kami berhasil membagi harta gonogini tersebut”, jelasnya.

Ika kaget, ketika dia dihubungi oleh pemerintahnya bahwa ada penyampaian Camat kepadanya minta biaya mediasi. “Saya ditelpon oleh pemerintah saya. Saya diberitahu bahwa pak Camat minta uang Rp 1 juta. Saya diperlihatkan chatnya pak Camat oleh pemerintah saya”, bebernya.

Ika mengaku tidak sanggup memenuhi permintaan oknum Camat tersebut. Dia hanya mampu menyiapkan Rp 500 ribu. “Saya bilang keperintah saya bahwa saya tidak sanggup kalau Rp 1 juta. Saya hanya mampu Rp 500 ribu”, urainya.

Uang tersebut, tambah Ika, diterima oleh staf yang mengaku dari kantor camat. “Katanya pak, orang yang terima uang dari saya, adalah staf di kantor camat”, ucapnya.

Dikemukakan Ika, sewaktu menyerahkan uang tersebut dan diterima oleh staf dari kecamatan, dia disaksikan banyak orang. “Banyak yang saksikan sewaktu saya menyerahkan uang”, tandasnya.

Ika mengaku tidak tahu menahu ada biaya mediasi. Dia juga tidak menerima kuitansi atau tanda bukti lainnya tentang uang yang diserahkan. “Tidak ada kuitansi pak. Saya juga tidak tahu kalau ada biaya mediasi”, tutupnya.