Mau Belajar Tatap Muka? Satgas: Jangan Abaikan Surat Edaran Gubernur

Jumat, 5 Februari 2021 | 9:11 WITA
Penulis :
dr. Andi Ihsan, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng selaku Juru Bicara Tim Satgas Covid-19
dr. Andi Ihsan, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng selaku Juru Bicara Tim Satgas Covid-19

BANTAENG, MELEKNEWS — Jubir Tim Satgas Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan, Kamis (4/2/2021), mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat agar tidak mengabaikan Surat Edaran Gubernur.

Menurut Ihsan, rencana belajar tatap muka yang dirancang Dikbud, harus dikonsultasikan ke Satgas Covid-19 Peovinsi Sulsel. “Tidak boleh tidak, harus dikonsultasikan ke Satgas Provinsi”, ketusnya.

Sebagaimana diberitakan meleknews.id, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng mengagendakan pembelajaran tatap yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

Kadis Dikbud, H Muhammad Haris, mengatakan, pihaknya sudah menyusun rencana tentang model dan metode pembelajaran tatap muka dimasa pandemi ini.

Bahkan Kadis Dikbud sudah menjadwalkan rapat. “Insya Allah, Senin (8/2/2021), akan dilaksanakan rapat terkait rencana pembelajaran tatap muka”, katanya.

Jubir Satgas Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, bersikeras agar berhati-hati mengambil kebijakan mengumpulkan orang dimasa pandemi. Dia menyarankan supaya rencana pembelajaran tatap muka ini dibahas secara seksama dengan melibatkan semua stakeholders.

Dikemukakan Ihsan, jika rencana ini mendapat restu dari Gubernur Sulsel, ada beberapa opsi yang ditawarkan. Yaitu, dibuka secara bertahap atau keseluruhan. “Apakah bertahap hanya pada tataran SLTP atau langsung dibuka secara keseluruhan. Ini perlu dibahas secara paripurna”, ujarnya.

Sebelumnya, Kadis Dikbud menyampaikan, bahwa pihaknya akan membuka pembelajaran tatap muka setelah mendapat persetujuan dari semua pihak yang berkompeten, termasuk restu dari orang siswa.

Dikatakan Haris, rencana ini sudah dikonsultasikan dengan Bupati Bantaeng. Selanjutnya, kata dia, atas petunjuk Bupati, Dikbud mengundang Forkopimda dan pihak terkait lainnya, termasuk orang tua peserta didik.

Haris tetap menekankan wajib taat prokes (protokol kesehatan). Kata dia, kalau rencananya disetujui, maka jumlah siswa tatap muka perkelas 50 persen dari kondisi normal.