Dalam Kajian Umum Wagub Sulsel Sebut memperkuat Iman Sebagai Stimulan Imun Kita

Rabu, 3 Februari 2021 | 10:23 WITA
Penulis :
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat mengikuti kajian umum

MAKASSAR, MELEKNEWS — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti kajian umum yang dilaksanakan secara virtual

Dalam pelaksanaan Kajian islami ini para peserta sangat dibatasi karena situasi Pandemi sehingga banyak yang mengikutinya secara virtual

Dengan mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jumlah peserta. Andalan mengaji menggelar kajian umum secara virtual.

Kajian yang menghadirkan ustad Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah sebagai pembicara dengan tema ” Kiat-kiat Bahagia” dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Peserta yang sempat hadir dalam kajian secara virtual itu, Kepala Satpol PP Sulsel, Asisten 1 Sulsel, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, serta beberapa pejabat lingkup Pemprov Sulsel.

“Yang membawakan tauziyah kali ini adalah Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah, beliau adalah pembicara di pintu 19 Masjid Nabawi yang dipercayakan oleh Pemerintah Arab Saudi,” kata Andi Sudirman membuka sambutannya.

Bagi Wagub Andi Sudirman, tema kali ini adalah “kiat kiat untuk bahagia” dalam rangka untuk kembali merefresh diri.

“Mungkin dalam keadaan santai kita mendengar kajian ini baik secara virtual ataupun secara langsung. Tidak ada masalah yang penting kita mendengarkan dengan baik manfaat dari isi tauziyah,” sambungnya.

Dengan menghadiri kajian, dapat kembali menguatkan iman. Mengingat, dengan menjaga suasana hati tetap bahagia, maka imunitas tubuh kita akan kuat di masa pandemi Covid-19.

“Ini juga sebagai stimulan untuk imun kita, ketika kita melihat saudara kita yang terkena Covid, rata-rata tertekan. Imun itu turun dan drop ketika kita tertekan, dengan iman, kita akan melalui beban atau tekanan seberat apapun,” jelasnya.

Lanjutnya, “semoga Allah selalu menjadikan kita orang orang hidup berbahagia dengan kriteria dalam keridhoan Allah, Aamiin,” pintanya.

Dalam tausiahnya, Ustad Firanda Andirja menyampaikan bahwa Islam memberikan teori kebahagiaan yang berbeda dibanding kebahagiaan lainnya.

“Barang siapa beramal soleh dan dalam kondisi beriman laki laki atau perempuan, maka kami akan berikan kepada mereka kehidupan yang bahagia, syaratnya beriman,” imbuhnya.

Konsep kebahagiaan dalam Islam sangat sederhana, siapa beriman kepada Allah Subhanahu Wataala dengan beriman yang benar akan meraih kebahagiaan.

Ia pun berbagi kiat-kiat bahagia, diantaranya perbaiki hubungan dengan Allah; berusaha untuk Ikhlas melakukan sesuatu karena Allah; perbanyak dzikir kepada Allah; fokus pada privasi kita masing masing, hidupkan kebahagian di rumah; ciptakan Surga di rumah; berusaha menjadi orang pemaaf, jangan dengar hal yang tidak perlu tentang kekurangan serta orang yang pertama kita maafkan adalah orang terdekat kita; gemar membantu/memberi kebahagian orang lain diantaranya memberi makan orang miskin dan usap kepalanya niatkan karena Allah; Qana’ah dengan selalu meliat ke bawah jangan lihat ke atas, agar bisa mensyukuri nikmat Allah.

“Al-Quran adalah kitab Kebahagiaan, Siapa yang semakin dengan dengan Al-Quran, membaca ayat-ayatmya, mempelajari terjemahannya, maka ia akan bahagia,” jelasnya.

Al-Quran adalah obat penyakit hati. Al-Quran diturunkan sebagai obat, sebagai rahmat kepada orang yang membaca Al-Quran.

“Seorang yang Memaafkan dengan hati lapang dan bisa memikul berbagai macam cobaan, jangan suka dendam,” tutupnya.(SHKM)