Basli Ali: Penjual Pulau Lantigiang Menganggap itu Haknya

“Jadi itu pulau itu berada di kawasan konservasi di Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Jadi seharusnya di sana itu, pemerintah Desa Jinato ini tidak bisa ikut memperjualbelikan pulau. Itukan pengelolaan ada di kementerian, jadi tidak bisa diperjualbelikan,”

Selasa, 2 Februari 2021 | 15:04 WITA
Penulis :
Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali.
Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali.

SELAYAR, MELEKNEWS — Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali menegaskan, Pulau Lantigiang tidak bisa diperjualbelikan dan masuk dalam kawasan konservasi Balai Taman Nasional Taka Bonerate.

“Jadi itu pulau itu berada di kawasan konservasi di Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Jadi seharusnya di sana itu, pemerintah Desa Jinato ini tidak bisa ikut memperjualbelikan pulau. Itukan pengelolaan ada di kementerian, jadi tidak bisa diperjualbelikan,” jelasnya.

Basli Ali pun meminta aparat kepolisian segera menuntaskan kasus Pulau Lantigiang yang diperjualbelikan.

“Kasus ini sudah ditangani Polres Selayar dan kita tunggu proses hukumnya oleh penyidik. Jelas itu Pulau Lantigiang tidak bisa diperjualbelikan,” katanya.

Basli Ali mengungkapkan sosok penjual Pulau Lantigiang yang merupakan warganya.

Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali.
Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali.

Penjual Pulau Lantigiang, Syamsul Alam menganggap itu haknya sebagai ahli waris. Di mana orang tua Syamsul Alam pernah melakukan aktivitas di pulau tersebut.