SBY Singgung Cara Berpolitik Pemegang Kuasa, AHY Bicara Soal Rencana Demokrat Dikudeta

Senin, 1 Februari 2021 | 23:49 WITA
Penulis :
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Instagram)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Instagram)

JAKARTA, MELEKNEWS — Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhyono (SBY) memberi peringatan kepada para pemegang kekuasaan politik.

SBY menyinggung soal cara berpolitik yang lebih bermoral dan lebih beradab.

Seperti dikutip dari cuitan di akun Twitter Presiden RI ke-6 itu, menyebut ada tiga golongan manusia, yaitu “the good”, “the bad”, & “the ugly”. Kalau tidak bisa menjadi “the good” janganlah menjadi “the ugly”.

Kicauan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu pun sontak menuai respons dari warganet. Sampai berita ini ditulis, sudah lebih dari 2,7 ribu re-tweets dan lebih dari 8,6 ribu warganet yang menyukai kicauan itu.

Setelah sang ayah, giliran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum menggelar konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin 1 Februari 2021.

AHY mengatakan bahwa ada upaya pengambil alihan kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam konfrensi pers tersebut, AHY menyebut ada lima pelaku yang menjadi aktor dibalik gerakan tersebut.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Instagram)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Instagram)

Meski tak menyebut identitas terduga pelaku, AHY mengatakan salah satu aktor tersebut bukan merupakan kader atau mantan kader Partai Demokrat, dan merupakan pejabat penting di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai informasi, AHY dan Partai Demokrat sudah mengirimkan surat resmi pada Presiden Jokowi tadi pagi sebagai upaya untuk mencari kebenaran informasi yang didapatkannya.

“Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, presumption of innocence dalam permasalahan ini,” ujarnya.

“Karena itu, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfimasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan,” pungkas AHY.