Untuk Golongan ini Dilarang Untuk Dilakukan Vaksinasi, Apakah Anda Termasuk ?

Kamis, 28 Januari 2021 | 12:39 WITA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr.Andi Ihsan

BANTAENG, MELEKNEWS – Vaksin Sinovac Covid-19 akhirnya tiba di gedung Farmasi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Rabu (27/1/2021) siang.

Vaksin ini dibawa dari Makassar menggunakan mobil box yang memiliki pengatur suhu dan dengan sangat hati-hati serta pengawalan ekstra ketat dari pihak kepolisian.

ketua Tim Vaksinasi Sulawesi Selatan, dr.Hj. Nurul Amin mengatakan kalau pihaknya hari ini mengantar vaksin tersebut di 5 kabupaten yang ada di wilayah selatan Sulsel.

Dia menyebutkan kalau untuk Kabupaten Bantaeng sendiri jatah vaksin covid-19 yang dibawa di itu berjumlah 2840 dosis yang dikemas dalam 71 kotak yang berisi 40 dosis setiap kotaknya.

“Ada 71 Kotak yang kami bawa yang dimana setiap kotaknya berisi 40 dosis dan setiap orang mendapatkan dua dosis” tuturnya.

Vaksin Sinovac covid-19 Tiba di Bantaeng.
Vaksin Sinovac covid-19 Tiba di Bantaeng.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng, dr.Andi Ihsan menyampaikan kalau pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut dengan datangnya Vaksin tersebut.

Dia mengatakan kalau vaksin tahap awal yang tiba hari ini akan segera di suntikkan kepada sejumlah orang.

Menurut, dr. Ihsan vaksinasi tersebut akan dimulai kepada sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantaeng.

Vaksinasi itu sendiri rencananya akan mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2021 bertwmpat di Lantai 8 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng.

“Kami rencananya akan lakukan Vaksinasi di lantai 8 RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng 1 Februari mendatang” ungkap dr. Ihsan.

Selain para Forkopimda, yang akan lakukan vaksinasi juga sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang tersebar di 13 Puskesmas dan ditambah yang ada di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng.

“Kami juga akan lakukan Vaksinasi kepada sejumlah Nakes yang bekerja di 13 Puskesmas dan yang berada di RSUD” paparnya.

Bukan hanya Nakes yang akan divaksin akan tetapi seluruh yang bekerja di tempat Sarana Dinas Kesehatan (SDNK)

“Yang akan divaksin itu yang bekerja di SDNK termasuk sopir, OB dan securiti” jelasnya.

Untuk saat ini sesuai data terakhi, yang akan ikut divaksin itu ada sekitar 1376 orang

Vaksinasi ini akan dilakukan sebanyak dua kali setiap orangnya yakni untuk suntikan vaksin pertama dilaksanakan di tanggal 1 Februari kemudian suntikan vaksin yang kedua nantinya setelah dua minggu kemudian.

Sedangkan untuk nakes yang akan menjadi vaksinatornya saat ini sudah ada 32 orang dan mereka sudah melakukan pelatihan dan rencananya kedepan nanti akan di upayakan lima orang setiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk.

“Saat ini kita memiliki 32 orang yang sudah terlatih dalam melakukan vaksinasi, saat ini masih dilakukan pelatihan untuk menjadi vaksinator karena akan diupayakan nanti lima orang nakes setiap Puskesmas yang ditunjuk” jelasnya.

Vaksinasi ini sendiri akan dilakukan sebanyak 4 tahapan dan untuk tahap pertama kan sudah tiba sekarang, tahap keduanya nanti di bulan Maret.

Untuk vaksinasi tahap awal ini skala prioritas akan dilakukan kepada para SDNK, untuk database nya diserahkan kepada pihak provinsi. Jadi nantinya akan ada konfirmasi lewat Handphone.

“Yang telah mendapat konfirmasi itu akan melakukan kunjungan di Fasilitas kesehatan yang telah ditetapkan” tuturnya.

Dia menambahkan, kalau di Puskesmas nantinya akan disiapkan empat buah meja yang dimana di meja pertama itu adalah tempat registrasi dan pendaftaran.

Selanjutnya akan dilakukan proses screening yang dilakukan oleh dokter dan kalau bebas screening maka dimeja selanjutnya baru akan dilakukan penyuntikan vaksin.

“Setelah penyuntikan vaksin dilaksanakan maka di tahap selanjutnya akan dilakukan penyuluhan selama 30 menit” jelasnya.

Untuk mereka yang boleh dan memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi itu adalah bagi mereka yang tidak memiliki penyakit serius seperti penyakit jantung, typus, diabetes.

“Mereka yang memiliki riwayat penyakit serius seperti diabetes dan lain-lain maka tidak boleh dilakukan vaksinasi” ungkapnya

Dr.Ihsan berharap agar masyarakat Bantaeng bisa dengan sukarela dan Ihlas mendaftarkan dirinya kepada Tim Vaksinasi untuk di vaksin.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh akan informasi yang tidak jelas tentang vaksinasi.

“Yakin saja bahwa pemerintah selalu berbuat yang terbaik buat rakyatnya, pemerintah tidak akan berbuat sesuatu yang akan merugikan rakyat” tutupnya. (Agun)