Debit Mata Air Eremerasa Menurun, Masyarakat dan Lahan Pertanian Terancam

Kamis, 14 Januari 2021 | 22:25 WITA
Penulis :

BANTAENG, melek news – Sumber mata air Eremerasa yang berlokasi di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, setiap tahun mengalami penyusutan.

Fenomena ini mengancam kelangsungan hidup masyarakat dan lahan pertanian sekitarnya.F

FasilitatorPerkumpulan Pengembangan Kapasitas dan Akselerasi Kualitas Layanan Publik Indonesia (Perkumpulan Katalis), Muhammad Mukhtar Hatani, Kamis (14/1), hasil kajian pada tahun 2015 menemukan bukti menurunnya debit air dari sumber mata air tersebut.

Proyeksi pada tahun 2044, kebutuhan domestik mengalami peningkatan sebesar kurang lebih 12, 5% (Tingkat pertumbuhan penduduk 0,55% pertahun), maka Eremerasa sebagai sumber mata air terbesar dan merupakan salah satu obyek wisata permandian alam di Bantaeng, mengalami penurunan debit sebesar 0,2 liter perdetik pertahun.

Mukhtar berharap, karena air menyangkut hajat hidup masyarakat, kiranya Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera melakukan program antisipasi dini dengan cara membuat sumur resapan di sekitar area mata air.

“Salah satu program untuk mengantisipasi penyusutan debit air adalah membuat sumur resapan di sejumlah titik di sekitar sumber mata air”, katanya.

Sebagai langkah awal, Perkumpulan Katalis sudah mengandendakan pembuatan sumur resapan sebanyak 15 titik.

Harapannya, Pemkab Bantaeng bisa terlibat aktif merangsang kesadaran masyarakat dan atau melibatkan pengusaha lokal berpartisipasi membuat sumur resapan minimal 1.000 (seribu) titik.

Dikatakan Mukhtar, solusi terbaik diawal program ini adalah Pemkab Bantaeng menganggarkan melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD)

“Saya optimis, kalau Pemkab merealisasikan melalui APBD, setidaknya bisa diikuti penganggarannya oleh pemerintah desa dan kelurahan”, ujarnya.

Menurutnya, Perkumpulan Katalis akan duduk bersama dengan pejabat terkait lingkup Pemkab untuk membahas kondisi mata air Eremerasa dalam rangka menjaga keseimbangan alam sekitarnya.