Anggota DPR RI Ali Taher Sempat Ragukan Keislaman Menag, Sekjen PPP Sebut Itu Ekspresi Masyarakat

Rabu, 9 September 2020 | 13:25 WITA
Penulis :
Menteri Agama Fachrul Razi. (Dtk)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MELEKNEWS.ID – Statement kontroversial Menag Fachrul Razi soal radikalisme good looking hingga pendakwah bersertifikat rupanya memunculkan berbagai polemik. Anggota Komisi VIII DPR fraksi PAN, Ali Taher bahkan sempat meragukan keislaman Menag Fachrul Razi. Hal itu dilontarkan dalam agenda rapat di DPR.

Sekjen PPP, Asrul Sani menilai apa yang disampaikan Ali Taher itu mewakili sebagian kalangan masyarakat muslim di Indonesia.

“PPP melihat bahwa apa yang disuarakan oleh para anggota DPR itu adalah juga suara dan ekspresi dari sejumlah elemen masyarakat kita, khususnya umat Islam,” kata Arsul sebagaiamana dikutip dari Detikcom, Rabu (9/9/2020).

Asrul meminta Fachrul bersama Kemenag untuk mengambil pelajaran dan pesan moral dari rapat yang diadakan bersama Komisi VIII tersebut. Khususnya terkait komunikasi publik yang tepat dan bijak.

“Selain pesan moral dari Senayan tersebut, PPP memandang perlunya Pak Menag dan jajaran Kementerian Agama mengambil pelajaran tentang langkah-langkah komunikasi publik yang tepat dan bijak tentang suatu program yang hendak dijalankan,” tuturnya.

“Bisa jadi sebuah program itu maksud dan tujuannya baik, tetapi ketika komunikasi publiknya tidak matang, tidak bijak, dan tidak komprehensif disosialisasikan lebih dahulu, termasuk dalam pilihan kata-kata atau nama programnya, maka menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Menag di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020), Ali Taher mulai meragukan keislaman Menag kala Fachrul berbicara tentang agen radikalisme good looking.

Ali mengaku hatinya hancur mendengar pernyataan Fachrul tentang agen radikalisme good looking.

“Sampai saya bertanya, Pak Menteri Agama Islam atau bukan. Saya mohon maaf perasaan suudzon terhadap seseorang tidak boleh sebenarnya, tapi perasan tak enak,” katanya sambil meninggikan nada bicara. (Dtk)