Pupuk Bersubsidi Langka di Bantaeng, Tapi di Gudang Ada Stok Ribuan Ton, Ada Apa ?

Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:57 WITA
Penulis :

BANTAENG, melek news – Kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Bantaeng ternyata menjadi polemik tersendiri yang selama ini membuat para petani menjerit.

Dibalik kelangkaan pupuk bersubsidi ini diduga ada oknum yang telah bermain menimbung ataupun menjual secara ilegal dipasaran yang harganya mencapai hampir duabkali lipat dari harga jual pupuk bersubsidi itu sendiri.

Ini terbukti dengan adanya penangkapan tiga orang yang telah diduga pengecer tidak resmi atau ilegal yang tidak terdaftar sebagai pengecer resmi yang diamanoan oleh pihak kepolisian.

Sebanyak lebih dari 10 ton pupuk bersubsidi yang ikut disita oleh Polisi dalam penangkapan tiga orang tersebut yang saat ini masih dalam proses penyidikan di Mapolres Bantaeng.

Namun berbeda dengan apa yang disampaikan oleh kepala gudang pupuk Bantaeng, Syamsul yang mengatakan kalau stok atau persediaan pupuk di gudang itu selalu ada.

Dia menyampaikan kalau Gudang pupuk yang terletak di Tanetea, Desa Nipa-nipa, kecamatan Pa’jukukang, kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ini tidak pernah kekurangan persediaan.

“Kami disini tidak pernah kekurangan persediaan cuman dalam penyaluran ada mekanisme yang harus kami lalui” ucapnya Rabu (12/8/2020).

Menurutnya pihaknya hanya sebagai penyedia barang saja dan mendistribusikan ke distributor yang telah ditunjuk.

“Kami hanya siapkan barang kemudian disalurkan kedistrobutor” ucapnya.

Terkait masalah penyaluran ke pengecer atau kepetani menurut Syamsir itu bukan rananya pihak gudang.

Syamsir sendiri tidak berani menyebutkan jumlah pupuk bersubsidi yang masuk dan keluar digudang tersebut karena menurutnya terkait masalah jumlah itu hanya gudang yang ada di Makassar yang mengetahuinya.

“Ada aplikasi yang kami pakai namanya Buku Indonesia, dan terkait dengan jumlah barang yang masuk ataupun keluar kami telah di instruksikan untuk tidak memberikan data itu semua harus lewat kantor yang ada di Makassar” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan kalau jumlah persediaan pupuk yang ada di gudang saat ini baik itu bersubsidi maupun non subsidi masih tada tersisa sekitar 1000 ton

“Di gudang kami tidak pernah kekurangan pupuk selalu ada persediaan, saat ini saja masih ada sekitar 1000 ton” jelasnya.