Zona Merah Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan, Dishub Bantaeng Minta Ditinjau Ulang

Senin, 9 Maret 2020 | 1:37 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MelekNews, Bantaeng – Banyaknya terjad kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan oleh Zona aman sekolah membuatt Pro dan Kontra di Masyarakat.

Menyikapi hal tersebut Kepala dinas Perhubungan kabupaten Bantaeng, Bakhtiar Mudo berencana akan berkoordinasi dengan Balai Perhubungan transportasi darat yang ada di Provinsi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Balai Transportasi darat di Provinsi agar Zina Merah itu bisa dihapus” tuturnya.

Menurutnya itu dilakukan karena jalan yang ada zona merahnya itu adalah kewenangan pusat Karena itu adalah program nasional

Menurutnya Zona merah itu adalah tanda kalau pengendara seharusnya pelan-pelan.

“Adanya zona merwh itu menandakan kalau pengendara itu harusnya paham lalu kecepatan dalam mengendarai kendaraannya itu lebih hati-hati dan pelan” jelasnya.

Dia melanjutkan, kalau sebenarnya banyaknya terjadi kecelakaan, itu bukan berarti salahnya zona merah itu tapi lebih ke pengemudi

Terkait dengan itu dirinya mengaku sudah melaporkan hal tersebut agar dilakukan peninjauan ulang terkait zona merah itu.

Bakhtiar menjelaskan kalau proses penghapusan zona merah tersebut, selain harus dilaporkan ke Balai Perhubungan transportasi darat juga harus ada persetujuan DPRD Provinsi

“Untuk saat ini kami hanya bisa berupaya menugaskan orang perhubungan untuk tetap berada dilokasi tersebut memantau dan menjaga serta mengatur ditempat penyeberangan tersebut” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Bantaeng, AKP Badruz menyampaiakan kalau di are Zona selamat sekolah tersebut kerap sekali terjadi kecelakaan tunggal

“Memang kerap terjadi laka lantas tunggal atau out control di area zona selamat sekolah” ucapnya.

Dirinya mengatakan kalau Aturannya saat melintas di zona selamat sekolah sebagaimana rambu yg terpasang seharusnya kecepatan pengendara itu tidak melebihi kecepatan 25 km / jam.

” Kecepatan pengendara saat melintas zona merah itu seharusnya tidak boleh lebih dari 25 km/jam, dan semua kendaraan yang tergelincir selama ini rata2 kecepatannya diatas 40km /jam” ungkapnya.

Sebagai antisipasi Badrus mengaku telah memasang Watherbarier di Zona selamat sekolah tersebut agar pengendara mengurangi kecepatan bila melintas di area tersebut.

Pihaknya juga telah mengundang Dinas perhubungan, PU dan balai jalan untuk berkoordinasi dan meninjau lapangan.

“Inshaallah dalam waktu dekat akan dilakukan pengaspalan di area zona selamat sekolah” jelasnya.

Diketahui bahwa dibeberapa lokasi Zona merah yang ada di kabupaten Bantaeng kerap sekali terjadi kecelakaan tunggal seperti yang terjadi di Kampung Ujung Labbu, kelurahan Lembang, kecamatan Bantaeng, pekan lalu hanya berselang beberapa menit saja telah empat terjadi kecelakaan tunggal di area tersebut