Heboh, Kakek di Bantaeng Jadi Korban Gigitan Kera Liar di Pantai Seruni

Minggu, 19 Januari 2020 | 23:39 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bantaeng – Seorang kakek di Kabupaten Bantaeng telah menjadi korban keganasan se ekor kera yang berkeliaran di tengah kota Bantaeng.

Saso (63) warga kampung Toa, Pantai Seruni, jalan Seruni, kelurahan Tappanjeng, kecamatan Bantaeng telah menjadi korban gigitan kera liar yang besar pada tangan kanannya di seputaran Taman Brain Pantai Seruni pada Minggu (19/1/2020) pagi, pukul 6.00 WITA

Saso mengatakan kalau saat itu dirinya baru saja berolahraga lari pagi di seputaran pantai seruni dan melihat seorang ekor kera yang besarnya seperti kambing besar yang sedang dikejar oleh anak kecil.

“Saya melihat kera besar tersebut lagi dikejar oleh anak-anak yang ada disekitar pantai Seruni” tuturnya.

Merasa hidupnya terancam kera besar tersebut marah dan balik menyerang dan mengejar anak-anak tersebut

Saso yang menganggap bahwa kera tersebut tidak berbahaya mendatangi dan mengelus-elus kepala kera tersebut.

“Saya sempat mengelus-elus kepalanya dan kera tersebut tidak bereaksi dan hanya diam” jelasnya

Namun sayangnya anggapan Saso yang merupakan ketua RT di Pantai Seruni tersebut meleset.

Tanpa dia sadari kera tersebut tiba-tiba saja menyerang dan menggigit tangannya

” Dia tiba-tiba saja menyerang dan sasarannya adalah muka saya untungnya saya sempat menangkis dan hanya tangan saya yang digigit” ungkapnya.

Dengan gesitnya Saso kemudian menghisap bekas gigitan kera tersebut sampai tiga kali hisapan.

“Saya menghisap darah ditempat bekas gigitan kera tersebut dan rasanya sangat pahit serta darah saya berwarna hitam” paparnya.

Akibatnya Dirinya dilarikan ke rumah Sakit Umum Daerah Anwar Makkatutu untuk segera mendapatkan perawatan medis karena Saso mulai kehilangan kesadaran

Akibat gigitan tersebut Saso harus merelakan tangannya menerima 5 jahitan dari pihak paramedik.

Sedangkan Kera tersebut menurut Saso melarikan diri kearah barat dan saat ini tidak diketahui keberadaanya