Dinilai Transparan dan Tertib, Staf Khusus Gubernur Sulsel Apresiasi Pelaksanaan SPMB 2026 di SMAN 1 Bantaeng



Staf Khusus Gubernur Sulsel bersama Kepala Sekolah SMAN 1 Bantaeng Dr. Wahid Hidayat

BANTAENG, MN.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMA Negeri 1 Bantaeng mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pemantauan dilakukan oleh Tim Ahli Khusus Gubernur Sulsel yang dipimpin Rahmat, S.T., guna memastikan seluruh proses penerimaan siswa berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Dalam kunjungan tersebut, Rahmat didampingi Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V yang membawahi Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai, Abdul Sattar, S.Pi., M.M. Kedatangan rombongan disambut Kepala SMAN 1 Bantaeng Dr. Wahid Hidayat, M.Pd., bersama jajaran manajemen sekolah.

Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung tahapan pelaksanaan SPMB sekaligus mengevaluasi sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selama proses penerimaan peserta didik baru berlangsung.

Rahmat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Bantaeng yang dinilai berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga memasuki tahapan pengumuman hasil seleksi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya pengelolaan yang baik dari pihak sekolah.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa harus tetap mengacu pada prosedur dan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, sekolah juga diharapkan mampu mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Rahmat, pelaksanaan SPMB yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan secara terbuka dan berkeadilan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026.
Salah satunya adalah pelaksanaan pemetaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi calon peserta didik beragama Islam.

Program tersebut diikuti sekitar 490 calon siswa dan menjadi bagian dari upaya mendukung program penguatan pendidikan karakter yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain untuk memetakan kemampuan dasar keagamaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi terkait mekanisme dan tahapan SPMB kepada peserta maupun orang tua.

Untuk calon peserta didik nonmuslim, proses verifikasi dilakukan melalui keterangan dari guru atau pembina agama masing-masing. Langkah ini dilakukan agar seluruh calon siswa memperoleh perlakuan yang setara sesuai latar belakang dan keyakinannya.

Wahid menjelaskan, jumlah peserta didik baru yang akan diterima tahun ini sebanyak 396 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam 11 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 36 siswa.

Seluruh kuota telah ditetapkan berdasarkan persetujuan pemerintah dan dibagi ke dalam berbagai jalur penerimaan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan tanpa adanya perlakuan khusus maupun intervensi pihak tertentu.

Untuk mempermudah akses informasi, sekolah juga membuka layanan konsultasi secara langsung di lingkungan sekolah. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi dan menyampaikan pertanyaan melalui grup WhatsApp maupun media sosial resmi sekolah yang aktif memberikan pembaruan terkait pelaksanaan SPMB.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Ahli Khusus Gubernur Sulsel turut berdialog dengan salah seorang orang tua siswa yang dinyatakan lulus melalui jalur domisili.

Orang tua tersebut mengaku mengikuti seluruh tahapan sesuai prosedur tanpa menggunakan bantuan pihak mana pun. Pengakuan itu menjadi gambaran bahwa pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Bantaeng berlangsung secara terbuka dan sesuai ketentuan

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan mushaf Al-Qur’an dari keluarga besar SMAN 1 Bantaeng kepada Tim Ahli Khusus Gubernur Sulsel untuk disalurkan ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan.

Kepala sekolah berharap kunjungan tersebut semakin memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.