BANTAENG, MELEKNEWS.ID — Kepala SLB Negeri 1 Bantaeng, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Bantaeng di lingkungan sekolahnya, Pada senin, 15 Desember 2025.
Ia menilai kehadiran pengawas pemilu tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap hak politik penyandang disabilitas.
Menurut Abdul Rahman, sosialisasi pemilihan yang digelar menjadi langkah krusial agar siswa disabilitas memahami hak dan proses demokrasi sejak dini.

Ia menegaskan, pemilih disabilitas kerap terpinggirkan bukan karena tidak mau memilih, melainkan karena minimnya akses informasi dan pendampingan.
Dengan intervensi langsung Bawaslu, kata dia, hambatan itu mulai dipatahkan dan suara siswa disabilitas dipastikan tidak lagi terabaikan.
Abdul Rahman menambahkan, sekolah siap menjadi mitra aktif dalam memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat tercatat sebagai pemilih sah.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Bantaeng, Ningsih Purwanti, menegaskan kegiatan ini dirancang untuk mendengar langsung kebutuhan dan masukan pemilih disabilitas.
Ia mengungkapkan, di SLB Negeri 1 Bantaeng terdapat sekitar 19 siswa yang masuk kategori pemilih pemula dan wajib mendapat perhatian khusus.
Menurut Ningsih, tugas penyelenggara pengawasan pemilu tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi memastikan mereka terdata dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Selain itu, Bawaslu juga mendorong pemenuhan administrasi kependudukan agar para siswa memiliki legalitas sebagai pemilih.
Langkah ini, tegas Ningsih, menjadi fondasi penting agar pada Pemilu 2029 mendatang, pemilih disabilitas tidak lagi tersisih dan dapat menggunakan hak suaranya secara penuh, setara, dan bermartabat.







