BANTAENG, MELEKNEWS — Kisruh antara warga dengan Kepala UPT SD Negeri Nomor 10 Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, menemui titik terang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muslimin Maharang, Rabu (7/6), mengaku, rekomendasi DPRD Bantaeng yang meminta ke Bupati agar mengevaluasi atau pergantian kepala sekolah.
Sayangnya, Kabid Pembinaan Ketenagaan, Usman Jabbar, terkesan lamban menyikapi masalah ini. Ketika dikonfirmasi untuk ditemui, Rabu (7/6), dia tidak merespon. Dia juga tidak menggubris chat yang dikirim untuk meminta kejelasan masalah ini.
Sebelumnya, Kabid bersedia ditemui namun gagal kerena kesibukan melaksanakan tugas kedinasan. Pertama, dia mengaku sedang berada di Jakarta. Kedua, dia sedang bertugas membawa materi di salah satu acara. Ketiga, sama sekali dia tidk memberikan jawaban.
Sebagaimana diberitakan, pertengahan Mei, sejumlah warga Pasorongi menggelar aksi di gedung DPRD Bantaeng. Mereka meminta Disdikbud menindak tegas Kepsek Pasorongi.
Kepsek dinilai arogan terhadap guru. Selain itu, oknum Kepsek juga memberhentikan tenaga honorer (operator) secara sepihak. Kedua hal ini menjadi pemicu pergerakan massa ke DPRD setempat.
Sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, DPRD Bantaeng telah menerbitkan rekomendasi yang ditanda tangani Ketua DPRD, Hamsyah, ditujukan ke Bupati Bantaeng.
Intinya, dewan meminta Bupati melakukan evaluasi dan atau pergantian terhadap Kepala SDN 10 Pasorongi. Walau rekomendasi dewan telah terbit 17 Mei 2023, namun hingga kini tidak ada kejelasan dari yang membidangi di Disdikbud.
Terkait masalah ini, Kadis Dikbud Bantaeng, Muslimin Maharang, dikonfirmasi via Ponsel, mengatakan, rekomendasi dewan dewan sudah dikirim ke BKPSDM untuk dieksekusi.
Artinya, nasib kepala UPT SDN Nomor 10 Pasorongi, Zainuddin, ditentukan BKPSDM. “Rekomendasi tersebut sudah kami tindak lanjuti ke BKPSDM untuk dieksekusi”, tandasnya.







