MOROWALI UTARA, MELEKNEWS — Bentrok yang terjadi di perusahaan Nickel yang terletak di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu saat ini sudah kembali aman dan terkendali.
Bentrok antara TKA dan TKI ini menyebabkan dua korban jiwa sehingga membuat Pihak PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) akan melakukan investigasi secara menyeluruh.
Head of Human Resources and General Affairs PT GNI Muknis, Basri Assegaf melalui keterangan resminya
Senin 16 Januari 2023 mengatakan sangat menyayangkan insiden tersebut. Dia menyebut kalau Pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi atas terjadinya peristiwa tersebut.
Menurutnya insiden tersebut bukan saja merugikan perusahaan dan karyawan, karena operasional pabrik harus terhenti akan tetapi juga merugikan masyarakat sekitar kawasan Industri.
Dia menuturkan kalau pihaknya telah melakukan pertemuan yang dihadiri Direktur Intelkam Polda Sulteng dan Sekda Morut Musda Guntur yang didampingi Kapolres Morut dan Dandim Morowali dan Morowali Utara pada Minggu 15 Januari 2023 lalu
Dalam pertemuan tersebut, semua pihak menyayangkan kejadian yang menimbulkan kerusakan dan merugikan banyak pihak.
Terkait isu yang beredar terjadi penganiayaan oleh oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan kekerasan terhadap pekerja perempuan, Muknis menekankan bahwa isu tersebut tidak benar.
Menurutnya Penyerangan terhadap karyawan terjadi saat jam operasional pabrik berlangsung, sehingga aktivitas terhenti dan menimbulkan kerusakan parah dan penjarahan di 100 mess karyawan tenaga kerja lokal, perempuan dan tenaga kerja asing. Serta sekitar 6 alat berat dan kendaraan operasional milik perusahaan terbakar.
Selain itu ereka juga menyerang TKA agar berhenti bekerja. Dan setelah muncul kericuhan, mereka kemudian membakar dan menjarah mess perempuan tenaga kerja lokal, hingga menjarah mess TNI kemudian membakarnya.
Muknis mengatakan, dalam rangkaian aksi tersebut Polres Morowali Utara berhasil mengamankan 70 orang terduga pelaku. Atas kejadian tersebut, terdapat sekitar 9 orang luka-luka, serta 2 orang tewas (1 tenaga kerja lokal dan 1 orang TKA).
GNI meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas pelaku-pelaku yang terlibat. Seluruh pihak juga sepakat agar ke depan hal seperti ini tidak boleh sampai terjadi lagi.


