BANTAENG, MELEKNEWS.ID — Pemerintah pusat kembali menggaungkan klaim besar soal swasembada pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pangan Indonesia disebut menembus angka 34,7 juta ton, diklaim sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah republik ini berdiri.
Klaim tersebut diumumkan dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar Kementerian Pertanian dan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Provinsi Jawa Timur dan daring melalui jaringan nasional.
Secara offline, acara dipadati sekitar 5.000 peserta. Sementara itu, secara online, jumlah peserta diperkirakan mencapai 2,5 juta orang yang terdiri dari penyuluh pertanian, kelompok tani, brigade pangan, hingga unsur pemerintah kecamatan dan desa di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Bantaeng, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Eremerasa ikut menggelar kegiatan Tasyakuran Swasembada Pangan sebagai tindak lanjut resmi undangan Kementerian Pertanian. Agenda ini berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WITA.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kantor BPP Eremerasa dan melibatkan sekitar 170 Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani, 9 Kios Tani/Pengecer Pupuk se Kecamatan Eremerasa serta beberapa Pengurus Gapoktan.
Dari Desa Pa’bentengang, hadir Ketua Gapoktan beserta para Ketua dan Pengurus Kelompok Tani beserta beberapa anggota. Kelompok Wanita Tani juga turut ambil bagian dalam agenda yang disebut sebagai momentum bersejarah itu.
Selain unsur petani, kegiatan ini turut melibatkan aparat kewilayahan. Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Eremerasa hadir sebagai bagian dari pengamanan sekaligus simbol dukungan lintas sektor terhadap agenda pertanian nasional.
Tak hanya itu, undangan juga disampaikan kepada kepala desa se-Kecamatan Eremerasa, Camat, serta Seluruh elemen yang bersentuhan langsung dengan rantai produksi pangan dikumpulkan dalam satu forum yang diklaim strategis.
Agenda utama kegiatan ini adalah mengikuti secara daring acara nasional Panen Raya dan pengumuman resmi swasembada pangan melalui Zoom, yang terhubung langsung dengan pusat kegiatan di Jawa Timur.
Di atas kertas, swasembada pangan dipuji sebagai keberhasilan besar negara. Namun di lapangan, tanggung jawab berat justru kembali dipikul para petani, penyuluh, dan kelompok tani yang selama ini bekerja dalam keterbatasan, sementara angka-angka keberhasilan diumumkan dari podium kekuasaan.
Hal tersebut
disampaikan secara resmi oleh PPL Desa Pa’bentengang, Andi Kaimal Ahmad, dengan harapan seluruh undangan dapat hadir dan berpartisipasi aktif. Pemerintah boleh merayakan angka, tetapi publik menunggu bukti: apakah swasembada ini benar-benar dirasakan petani, atau sekadar seremoni nasional berbalut klaim statistik.
Sementara itu Koordinator BPP Eremerasa, Alwi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pusat ini. Dia mengatakan kalau keberhasilan Yang dicapai disektor Pertanian ini tidak lepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang selalu mengambil kebijakan strategis disektor pertanian.







