Bantaeng Krisis Air Bersih, GAS Minta Bupati Evaluasi Direktur PDAM



BANTAENG, MELEKNEWS.ID – Warga Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tengah menghadapi krisis air bersih yang sudah berlangsung lebih dari sebulan. Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun menjadi sorotan karena dianggap tidak tanggap terhadap kondisi tersebut.

Sejumlah aktivis ikut angkat suara. Jimung, dari Lembaga Gerakan Aktivis Sosial (GAS), menegaskan air bersih adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi. Ia menilai PDAM seharusnya memberikan penjelasan resmi terkait penyebab terhentinya aliran air.

“Sudah sebulan air tidak mengalir. Minimal PDAM keluarkan pernyataan resmi agar masyarakat tahu apa masalahnya,” ujar Jimung.

Keluhan masyarakat kini banyak bermunculan di media sosial, mulai dari WhatsApp hingga Facebook. Nada kesal hingga putus asa kerap terlihat dalam unggahan warga. Beberapa mengaku sudah sebulan penuh tidak menikmati aliran air PDAM di rumahnya.

Masalah ini bukan hanya dirasakan masyarakat umum. Sejumlah kantor pemerintahan yang seharusnya menjadi prioritas layanan juga mengalami kondisi serupa.

“Bantaeng punya banyak sumber air di pegunungan. Harusnya masyarakat bisa menikmatinya. Tidak masuk akal kalau alasannya terus soal pipa bocor atau tersumbat. Direktur PDAM harus segera turun tangan,” tegas Jimung.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kinerja manajemen PDAM. Absennya penjelasan resmi membuat kepercayaan publik semakin tergerus.

GAS menilai, transparansi mutlak diperlukan agar masyarakat tahu penyebab utama krisis air bersih dan langkah apa yang sedang ditempuh untuk mengatasinya.

Desakan juga ditujukan kepada DPRD Bantaeng. Sebagai lembaga pengawas, dewan diminta tidak tinggal diam menghadapi situasi ini.

“DPRD harus segera memanggil Direktur PDAM, mempertanyakan kinerjanya, sekaligus mencari solusi nyata. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut,” tutur Jimung.

Ia menekankan, krisis air bukan lagi soal teknis semata, tetapi menyangkut pelayanan dasar. “Kalau air saja tidak bisa dipenuhi, bagaimana masyarakat bisa tenang?” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah, DPRD, dan PDAM segera duduk bersama mencari solusi konkret. Mereka mendesak agar penanganan dilakukan secepat mungkin.

Publik kini menanti langkah nyata untuk mengakhiri krisis air bersih di Bantaeng. Selain itu, mereka ingin ada jaminan agar persoalan serupa tidak kembali terulang di masa depan.