BANTAENG, MELEKNEWS.ID — PT Bantaeng Sinergi Cemerlang (Basic) akan segera menyinkronkan data pelamar yang hendak bekerja di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).
Hal ini merupakan komitmen BUMD atau perusahaan perseroan daerah (Perseroda) tersebut dalam hal memprioritaskan masyarakat Bantaeng, khususnya bagi yang terdampak KIBA untuk diberdayakan.
Manager Operasional PT Basic (Perseroda), Ansar mengatakan kalau pihaknya bersama sejumlah pihak terkait akan segera memperbaiki proses perekrutan yang diklaim sering bermasalah ini.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh yakni memastikan dan memvalidasi data pelamar agar tepat sasaran.
“Hari ini kita mau sinkronisasi data warga yg terdampak, ini sering menjadi persoalan, data ini kita akan kunci dan tiap ada penerimaan data, mereka (warga Bantaeng) yang akan diprioritaskan, khususnya bagi warga yg terdampak,” kata Ansar dalam RDP yang digelar di DPRD Bantaeng, Kamis (10/8/2023).
Ansar mengakui pihaknya sedikit kelabakan dalam hal melakukan validasi data lantaran membludaknya pelamar. Sejauh ini sudah ada lebih dari 4000 pelamar yang memasukkan berkasnya di Perseroda.
Bahkan, ada pelamar yang nekat melakukan pemalsuan data demi bekerja di salah satu kawasan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
Meski begitu, integritas Perseroda akan terus diperbaiki lewat berbagai masukan yang disampaikan pada RDP atau rapat dengar pendapat ini.
“Untuk mengkroscek dengan banyaknya ini pelamar, maka kami sedikit kelabakan. Makanya kami juga minta saran agar hal ini tidak ada lagi pemalsuan data,” kata dia.
Ansar menambahkan, setelah melakukan validasi data, maka pemalsuan data ataupun persoalan lain berkaitan dengan rekrutmen tenaga kerja akan terminimalisir.
“Kita mau bersama memastikan data angkatan kerja di Dusun Papan Loe, Baruga dan Borong Loe. Ini mau kita kunci, kita semua berkomitmen ini yang diprioritaskan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Bantaeng, Muhammad Azwar meyakini bahwa perusahaan yang ada di KIBA, serta Perseroda, telah berkomitmen untuk memprioritaskan pelamar yang masuk merupakan masyarakat Bantaeng.
Ia juga meyakini bahwa perusahaan dan Perseroda akan legowo dengan berbagai masukan yang ada. Hal itu demi memperbaiki mekanisme perekrutan yang jauh lebih baik.
“Tadi kami dapat informasi, Masalah perekrutan itu disampaikan disertai dengan pembuktian. Kalaupun ada kesalahan mari kita perbaiki,” jelas Azwar.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, Andi Irvandi Langgara menyebutkan bahwa selama KIBA beroperasi, sudah ada 2200 pekerja Bantaeng yang terserap pada tiga perusahaan di sana.
Ketiga perusahaan tersebut yakni Hengsheng New Energy Material, Huadi Nickel Alloy Indonesia, dan Unity Nickel Alloy Indonesia.
“Dari 3 Perusahaan, terserap 2200 pekerja (warga) Bantaeng,” katanya.
Kadis merincikan pekerja yang terserap di sekitar wilayah terdampak beroperasinya KIBA, yakni Desa Papan Loe, Borong Loe, Baruga dan Dusun Mawang.
“Desa Papanloe 583 orang, Borongloe ada 241 orang, Baruga sebanyak 152 orang. Untuk Dusun Mawang, itu sebanyak 172 orang pekerja yang diserap masuk ke kawasan,” katanya.
Sekedar informasi, RDP itu dilakukan di ruang Paripurna DPRD Bantaeng. Rapat tersebut dipimpin oleh legislator H Irianto dan Muhammad Yusuf.
Anggota DPRD Abdul Rahman Tompo dan Didik Sugiarto juga hadir di sana. Selain itu, ada pula perwakilan HBIP, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Bantaeng, serta Perseroda. []







