Langsung ke konten
MELEKNEWS.ID
MELEKNEWS.ID
  • Daerah
  • Dapur Nusantara
  • Desa Membangun
  • Entertainment
  • Featured
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosok
  • Sport
  • Tekno
  • Beranda
  • Indeks
  • Kode Etik
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Jenjang Karir Melek News
  • Produk dan Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

Daerah  

Lambang Bantaeng Dipertanyakan

Melek News
Juli 8, 2022


H. Dudding Syahadat Manggau

BANTAENG, MELEKNEWS — Tidak banyak penduduk Bantaeng yang peduli terhadap lambang atau logo daerahnya. Hanya sedikit yang mempertanyakan, apakah logo yang saat ini terpampang di semua instansi Pemkab Bantaeng dan di pakaian dinas ASN, sudah sesuai Peraturan Daerah (Perda)?

Salah seorang tokoh masyarakat Banyorang, H Dudding Syahadat Manggau, Rabu (6 Juli 2022), menyatakan keprihatinannya karena logo Bantaeng berbeda dengan logo yang diatur didalam Perda Nomor 4 Tahun 1970 tentang Lambang Daerah Kabupaten Bantaeng.

Hal senada diungkapkan Lurah Banyorang, Abdul Mannan. Kata dia, lambang atau logo daerah yang digunakan saat ini tidak sesuai dengan lambang daerah berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 1970. “Silahkan anda membandingkan antara lambang daerah yang digunakan sekarang dengan lambang daerah yang termaktub di dalam Perda tersebut”, ujarnya.

Pada pasal (1) Perda Nomor 4 Tahun 1970 termaktub bahwa, lambang Kabupaten Bantaeng berbentuk perisai bersegi lima berkesesuaian dengan lambang Pancasila. Sangat jelas dinyatakan, bahwa di dalam perisai bersegi lima ada bintang emas bersudut lima, serangkai bulir padi sebanyak 45 butir. Serangkai susunan kapas berdaun 17 dan berbuah 8. Seulas rantai emas berserangkai 9 berselang-seling bulat dan bersegi empat. Di bagian tengah ada kepala Anoa bertanduk runcing. Selembar daun kopi dan selembar daun kemiri. Sebilah tombak di atas puncak gunung Lompo Battang. Pada tulisan di dalam rantai emas, tidak bukan Kab. Bantaeng, tapi BANTAENG saja.

Dikatakan Mannan, semua yang ada di lambang kabupaten itu memiliki makna dan sudah dijelaskan pada pasal-pasal selanjutnya dari Perda tersebut. “Mengenai penjelasannya dapat dilihat pada pasal dan ayat selanjutnya dari Perda tersebut”, pungkasnya.

Ditambahkannya, sementara lambang Bantaeng yang beredar sekarang, tidak sama dengan lambang yang diatur Perda diatas. Letak perbedaannya antara lain, kapas hanya berjumlah 7 buah, padi emas hanya 36 butir, tombak di atas kepala Anoa mirip obor, dua lembar daun bukan daun kemiri dan daun kopi. (sahar)

Berita Terkait
Bantaeng Digelontor 915 Ton Beras, 30 Ribu Keluarga Masuk Sasaran Penerima Bantuan
Hari Pertama Jadi Plt Kadis Perikanan Bantaeng, Kr Tompo Langsung Turun Cek Sejumlah TPI
Dari Pekarangan Asrama ke Ketahanan Pangan, Mahasiswa UIM Asal Bantaeng Buktikan Ilmu Agribisnis Tak Sekadar Teori
Bupati Bantaeng Ikuti Seminar KDKMP
Bupati Bantaeng Buka Kaderisasi Tingkat Dasar III DPC GMNI Bantaeng
Kolaborasi Pemkab dan Kejari Bantaeng Hadirkan Podcast CALLEDA sebagai Ruang Dialog Publik
Post Views: 2,730
Bantaeng Lambang Lambang Bantaeng Logo
Komentar

Rekomendasi untuk kamu

SPKLU Dipasang di Sekolah dan Kantor Pemkab Bantaeng Jadi Sorotan

BANTAENG, MN.ID — Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah instansi pemerintahan dan…

Bantaeng Digelontor 915 Ton Beras, 30 Ribu Keluarga Masuk Sasaran Penerima Bantuan

BANTAENG, MN.ID — Penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Juli hingga September 2026 resmi diluncurkan….

Bupati Bantaeng Lantik 19 Pejabat Pengawas dan Administrator

BANTAENG, MN.ID — Sebanyak 19 Pejabat Pengawas dan Pejabat Administrator Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng resmi…

Semarak HUT ke-81 RI, Bupati Bantaeng Resmikan Gapura Kampung Bissampole

BANTAENG, MN.ID – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi membuka kegiatan Semarak Hari…

Bupati Bantaeng Lepas Peserta BRC di Momentum HUT ke-10

BANTAENG, MN.ID — Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, melepas peserta Bantaeng Runners Community (BRC)…

FJRI Perkuat Sinergi dengan Polres Bantaeng, Dialog “Cidong Landang” Soroti Penegakan Hukum Tegas dan Humanis

BANTAENG, MN.ID – Forum Jurnalis Republik Indonesia (FJRI) Kabupaten Bantaeng kembali membuka ruang dialog publik…

Pencarian Berita

    • Beranda
    • Indeks
    • Kode Etik
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Jenjang Karir Melek News
    • Produk dan Iklan
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Daerah
    • Dapur Nusantara
    • Desa Membangun
    • Entertainment
    • Featured
    • Hiburan
    • Hukum & Kriminal
    • Nasional
    • News
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
    • Sosok
    • Sport
    • Tekno