Soal Pembatalan Ibadah Haji, Ilham Azikin Ajak Masyarakat Tak Percaya Hoaks

Selasa, 12 Oktober 2021 | 7:53 WITA
Penulis :
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin (diatas Podium) saat sosialisasikan penundaan jemaah Haji

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Bupati Bantaeng, Ilham Azikin membuka sosialisasi keputusan Menteri Agama no 660 tahun 2021 kepada seluruh calon jemaah haji asal Bantaeng yang dijadwalkan berangkat pada 2022. Berlangsung di Gedung Kartini pada Senin (11/10/2021)

Dalam kesmepatan itu, Ilham Azikin mengajak kepada masayrakat terutama yang masuk dalam daftar tunggu pemberangkatan 2022 untuk tetap bersabar. Dia juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak percaya pada hoaks yang menyesatkan.

“Penundaan ini juga menjadi bagian dari kesabaran dan keikhlasan kita. Selama niat kita ikhlas, kita semua akan diberikan nikmat kemudahan dan kesehatan,” jelas dia.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Agama yang senantiasa membantu pemerintah untuk menyelesaikan daftar tunggu ibadah haji di Bantaeng. Dia berharap, Kanwil Kemenang ikut terus berperan aktif untuk memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk ibadah haji ini.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, KH Khaeroni memberikan apresiasi kepada Pemkab Bantaeng yang telah memberikan ruang yang luas terkait dengan sosialisasi ini. Dia menambahkan, pada dasarnya penundaan pemberangkatan jemaah haji ini adalah karena masa Pandemi Covid-19. Dia berharap, masyarakat dapat bersabar dan tidak percaya dengan hoaks.

“Pembatalan ini bukan karena apa-apa. Bukan karena dananya mau digunakan untuk apa-apa, bukan karena pemerintah gagal bernegosiasi. Ini murni untuk melindungi kita semua dari Covid-19,” jelas dia.

Kepala Kanwil Kemenag Bantaeng, Muh Yunus memberikan apresiasi kepada Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin. Dia menyebut, bupati bergelar doktor pemerintahan ini telah membuka ruang yang luas kepada Kanwil Kemenag untuk sosialisasi ini.

“Di DPA ini, kita kuota sosialisasinya hanya 100 orang saja. Tetapi atas petunjuk beliau (Bupati), maka semua jemaah haji kita panggil. Awalnya tempatnya di pondok pesantren, tetapi karena semua jemaah kita panggil, maka kita dipinjamkan Balai Kartini,” jelas dia.

Dia mengatakan, daftar tunggu jemaah haji pada 2022 berjumlah 272 orang. Jumlah itu sebanyak 71 laki-laki selebihnya adalah perempuan. Berdasarkan dengan pekerjaan, mereka yang berprofesi Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah profesi yang paling banyak berjumlah 67 orang. Setelah itu, petani berjumlah 42 orang. Selebihnya ada wiraswasta, ASN dan pekerjaan lainnya.

“Kalau total waiting list kita mencapai 8.239 orang,” jelas dia.(*)