Diduga Masuk Hutan Lindung, Seorang Warga Dinyatakan Hilang

Sabtu, 20 Maret 2021 | 21:14 WITA
Penulis :
Kapolsek Tompobulu, AKP Suhardi, memberikan pengarahan kepada tim sebelum melakukan pencarian.
Kapolsek Tompobulu, AKP Suhardi, memberikan pengarahan kepada tim sebelum melakukan pencarian.

BANTAENG, MELEKNEWS — Seorang warga Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Udin bin Rabbana (32), dilaporkan hilang oleh warga dan keluarganya. Udin yang tinggal di Kampung Lalik Jangang, diduga masuk ke hutan lindung.

Orang tua Udin, Rabbana, mencemaskan keselamatan anaknya karena keluarga tidak mengetahui keberadaan Udin sejak meninggalkan rumahnya. Rabbana dan warga lalu berinisiatif melaporkan masalah ini ke Polsek Tompobulu.

Dipimpin Kapolsek Tompobulu, tim masuk hutan melacak keberadaan Udin bin Rabbana.
Dipimpin Kapolsek Tompobulu, tim masuk hutan melacak keberadaan Udin bin Rabbana.

Kapolsek Tompobulu, AKP Suhardi, Sabtu (20/3/2021), mengatakan, Udin sudah lima hari meninggalkan rumah orang tuanya dan belum diketahui keberadaannya.

Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek segera membentuk tim untuk melacak keberadaan Udin. Dalam ini, Kapolsek berkoordinasi dengan Basarnas Kabupaten Bantaeng dan pemerintah setempat.

Keluarga Udin mengungkapkan, pada Senin (15/3/2021), dia keluar dari rumahnya menuju gubuk yang berada di tengah kebun. Gubuk tersebut, lanjut keluarga Udin, dijadikan sebagai tempat tinggal alternatif oleh Udin.

AKP Suhardi bersama tim Basarnas dibantu warga dan pemerintah setempat, menyisir hutan lindung yang lokasinya tidak jauh dari gubuk tersebut. Hal ini dilakukan berdasarkan dugaan keluarga yang memperkirakan Udin masuk hutan dan tidak tahu jalan pulang.

AIPTU Syamsuddin, PAUR Humas Polres Bantaeng, menyampaikan bahwa hingga memasuki hari kelima, Udin belum berhasil ditemukan. Meski demikian, kata dia, tim yang dipimpin Kapolsek Tompobulu, tetap akan mengupayakan sampai ada tititik terang mengenai keberadaan Udin.

Diungkapkan PAUR Humas, berdasarkan informasi dari Polsek Tompubulu, Udin diketahui mengidap kelainan jiwa. Dia tidak suka keramaian dan merasa terganggu kalau mendengar suara orang banyak.

Kalau penyakitnya kambuh, dia memilih menyepi, menjauh dari hiruk pikuk warga. Kata keluarga Udin, selama ini kalau penyakitnya kambuh, dia tinggal di gubuk di tengah kebun.

Kalau diantarkan makanan atau kebutuhan hidup sehari-harinya, hanya orang tuanya saja yang diizinkan Udin. Itupun, lanjut salah seorang keluarga Udin, tidak ada komunikasi antara dia dengan orang tuanya saat menerima makanan yang dibawakan untuknya.