Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Pemuda di Bantaeng ini Terancam Pidana

Senin, 18 Januari 2021 | 13:09 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, melek news – Seorang anak perempuan dibawah umur dibawa kabur oleh pemuda, gadis tersebut adalah warga Kampung Letta, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Perempuan tersebut berinisial RN yang masih berusia 16 tahun, diketahui dibawa kabur oleh seorang pemuda yang bernama, Anjas (27) tahun.

Ayah korban, Abdul Salam (54) tahun menyampaikan kalau anak gadisnya tersebut dia duga telah dibawa kabur oleh pemuda yang bernama, Anjas sejak hari Minggu, 3 Januari 2021 lalu.

Dugaan itu muncul ketika seorang perempuan yang mengaku sebagai saudara dengan, Anjas menghubunginya.

“Perempuan itu menelpon dan minta supaya saya bisa membuat surat pernyataan kesediaan untuk mengizinkan anaknya menikah dengan Anjas” ucap Abdul Salam pada Jum’at (15/1/2021).

Salam menceritakan awal kepergian anak gadisnya yang baru berusia 16 tahun tersebut, ketika itu RN ijin ke Orang Tuanya untuk pergi mengerjakan tugas sekolah di rumah salah satu temannya.

“Saat itu anak gadis saya pamit untuk berangkat mengerjakan tugas sekolah di rumah temannya, namun sampai sekarang belum pulang” kata Abdul Salam.

Dibelakangan, Abdul Salam baru menyadari kalau anaknya telah dibawa kabur oleh seorang pemuda, hal tersebutpun terkuak ketika salah seorang teman pelaku yang mengaku sebagai keluarganya menelpon dirinya.

Kemudian, hari berikutnya dihubungi oleh seorang perempuan yang mengaku saudara dari Anjas.

Ironisnya lagi perempuan tersebut meminta dirinya untuk membuat pernyataan merelakan anaknya menikah dengan pelaku yang bernama, Anjas.

“Dia telpon saya agar bisa merelakan mereka untuk menikah” tuturnya.

Abdul Salam juga mengaku bahwa si perempuan tersebut memberitahu keberadaan anaknya.

“Hari Minggu dia pergi, besoknya saya dihubungi sama temannya Anjas, dia menyampaikan keberadaan anakku. Besoknya lagi saya dihubungi untuk minta membuat surat pernyataan rela anak saya menikah dengan itu laki-laki, namun besoknya lagi nokor tersebut sudah tidak aktif lagi,” jelasnya.

Abdul Salam menolak mentah-mentah permintaan pelaku karena menganggap anaknya tersebut masih terlalu muda untuk menikah.

“Saya tolak karena dia masih di bawah umur. Baru berusia 16 tahun. Saya mau anakku pulang,” lanjutnya.

Dirinyapun mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Polres Bantaeng

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Abdul Haris pihaknya akan menindak lanjuti semua bentuk laporan yang masuk di Polres Bantaeng.

“Semua jenis laporan akan kami tindak lanjuti” ucapnya.

Dia menuturkan kalau terkait laporan tersebut secepatnya akan ditindak lanjuti karena kasus anak dibawah umur itu adalah kasus prioritas

Menyikapi kejadian tersebut kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas PMD, PP dan PPA kabupaten Bantaeng, Sitti Ramlah mengatakan kalau saat ini pihaknya telah melakukan pendampingan dan mencari keberadaan korban.

Ramlah, menyebutkan kalau informasi yang dia dapatkan kalau korban dan pelaku saat ini sedang berada di daerah Malilingi, Kabupaten Luwu Timur dan berencana akan melangsungkan pernikahan.

Untuk itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) TP2A yang ada disana

“Kami telah menghubungi rekan kami yang tergabung dalam Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, yang selanjutnya disebut P2TP2A bersama kepolisian yang ada di wilayah di Luwu Timur untuk melakukan pencarian terhadap korban” tuturnya saat dihubungi Sabtu (16/1/2021).

Menurutnya kejadian ini dia ketahui setelah pihaknya mendapat kabar akan adanya dugaan anak dibawah umur yang hilang dari rumah karena dibawa lari oleh pemuda.

“Kami mendatangi rumah korban dan mendapat kabar bahwa korban ada di Luwu Timur” jelasnya

Ramlah menambahkan, kalau pelaku tersebut disinyalir termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus persetubuhan yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Dirinya menjelaskan kalau korban yang baru berumur 16 tahun dan masih duduk dibangku kelas dua Madrasah Aliyah ini rencananya akan dipulangkan kepada kedua Orang Tuanya sedangkan pihak pelaku jika ditemukan maka akan terkena sanksi hukum.

“Korban akan dipulangkan kepada kedua orang tuanya karena, sedangkan pelaku akan terjerat pasal perlindungan anak karena telah membawa kabur anak yang masih dibawah umur” ungkapnya

Korban menurut, Ramlah saat ini masih berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan Undang-ubdang Perlindungan anak

Dia juga menjelaskan kalau saat ini Peraturan Pemerintah (PP) tentang pernikahan anak itu adalah berusia 19 tahun untuk kedua calon mempelai (Pria dan Wanita).

“Aturan pernikahan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2019 yang menyebutkan batas usia pernikahan anak itu di usia 19 tahun” paparnya. (SHKM).