Bantaeng Terapkan Teknologi Peternakan Yang Bisa Lahirkan Sapi Kembar

Rabu, 6 Januari 2021 | 22:39 WITA
Penulis :

BANTAENG, melek news – Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng melakukan penanaman perdana 1.800 pohon jeruk di Desa Kaloling, Kabupaten Bantaeng. Kawasan ini disebut akan menjadi sentra perkebunan jeruk di Kabupaten Bantaeng.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng, Budi Taufiq mengatakan, bibit-bibit pertanian ini adalah bibit berkualitas yang ada di Bantaeng.

“Bibit jeruk yang kita tanam ini adalah bibit yang berkualitas yang ada di kabupaten Bantaeng” ucapnya.

Dia mengaku, keberadaan 1.800 bibit jeruk ini bisa memperkuat keberadaan pohon jeruk di Kaloling yang sudah ada sebelumnya.

“Dengan adanya bibit jeruk berkualitas maka ini akan menjadi sebuah tekad untuk meningkatkan taraf hidup petani di Bantaeng,” jelas dia.

Dia menambahkan, saat ini, Kaloling memang menjadi salah satu daerah dengan produksi buah jeruk yang cukup melimpah.

Ada sedikitnya 7.300 pohon jeruk yang sudah bersiap untuk panen tahun ini. Selain jeruk, juga ada pohon rambutan, jagung dan sebagainya.

“Tahun ini di desa Kaloling akan segera dilakukan panen raya ribuan pohon jeruk” ungkapnya

Selain disektor pertamian tambahnya, Kaloling juga merupakan sebuah daerah dengan produksi peternakan yang melimpah.

Dia juga memperkenalkan teknik inseminiasi buatan yang dikembangkan di Kaloling ini.

“Teknologi ini bisa menentukan anakan sapi. Kita bisa tentukan anakan sapi jantan ataukah betina yang ingin kita kembangkan. Bisa juga kita rancang populasi anakan ternak yang lahir kembar,” jelas dia.

Sementara itu Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengatakan, kalau ada yang dilakukan ini adalah bagian dari komitmen kebersamaan dengan orientasi untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Ini adalah komitmen kita bersama dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bantaeng” tuturnya

Dia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut meningkatkan produksi pertanian ini di masa pandemi.

“Ini adalah apresiasi dan penghargaan, karena Bantaeng mampu mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian. Kita jaga ini bersama-sama,” jelas dia.

Dia menambahkan, teknologi pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng adalah salah satu wujud pengembangan kreativitas di masa pandemi ini.

“Ini adalah wujud pengembangan kreatifitas yang yang dilakukan oleh dinas pertanian dan peternakan kabupaten Bantaeng” jelasnya

Menurut dia, hal ini membuktikan jika petani dan peternak di Bantaeng tetap bisa berproduksi di masa pandemi ini.

“Saya bahagia sekali. Saya melihat teknologi peternakan yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk pertama kalinya, saya bisa ikut beraktivitas dalam membuahi sapi,” jelas dia.

Dia juga memberikan apresiasi kepada partai politik yang ada di Bantaeng. Berkat bantuan bibit itu, petani di Bantaeng bisa terbantu untuk mengembangkan jeruk di Desa Kaloling.

“Kami menjadi jembatan atas aspirasi-aspirasi partai politik. Karena muaranya adalah kita bersama-sama berkontribusi memberikan kesejahteraan untuk masyarakat,” jelas dia.

Selain memberikan bantuan bibit jeruk, Pemkab Bantaeng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng juga memberikan bantuan alat mesin pertanian kepada petani di Desa Kaloling. Selain itu, juga diserahkan bantuan klaim asuransi AUTP dan AUTS.(Agun).