Nurdin Abdullah Groundbreaking Jalan Terlebar Se-Indonesia, Ikon Baru Sulsel

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:15 WITA
Penulis :
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memberi arahan dalam Ground Breaking pembangunan jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MAKASSAR, MELEKNEWS.ID – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melakukan Ground breaking paket pekerja konstruksi pedesterian trotoar metro Tanjung Bunga.

Pengerjaan fase pertama akan dikerjakan selama 70 hari oleh PT Nindya Karya (Persero). Jika rampung, pengerjaan ini bakal menjadi jalan terlebar di Indonesia.

Jalan Metro Tanjung Bunga nantinya akan menjadi landmark baru kota Makassar dan Sulsel dengan lebar jalan 50 meter, panjang 6 kilometer dengan fasilitas pedestrian dan jalur sepeda dengan lebar 6,6 meter, jalur hijau 2 meter, jalur lambat 4,8 meter, jalan utama 9,6 meter.

Jalan ini akan menjadi jalan dengan intensitas transportasi tinggi di Kota Makassar, dan menjadi penghubung berbagai titik pertumbuhan ekonomi kota.

“Ini kegaitan yang sangat mulia dalam rangka ground breaking pembangunan Jalan Tanjung Bunga. Pengembangan ini, sesuatu yang wajib dilakukan, karena melihat kepadatan kendaraan di sini sehingga saya mengapresiasi Pak Wali bisa memulai pembangunan ini,” kata Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengakui salah satu masalah yang dihadapi selama menjadi gubernur adalah menata kota Makassar.

Ia pun mengapresiasi semua pihak yang turut terlibat, termasuk para pemilik lahan yang bersedia menyerahkan lahan. Dia juga berkomitmen untuk menghilangkan segala hambatan dalam pembangunan.

“17 tahun jalan ini terus menjadi penguasaan GMTD, kenapa GMTD tidak menyerahkan, karena selama ini GMTD merasa disulitkan, mengurus ini susah,” sebutnya.

Jalan ini, lanjut dia, akan selevel dengan jalan utama di Ibu Kota negara, yakni jalan Sudirman-Thamrin.

Ia juga mengharapkan bahwa target pengerjaan dalam 70 hari dapat dilakukan, walaupun mungkin dalam perjalannanya akan muncul kendala di tengah masa pandemi ini. Jika masih ada yang belum selesai, maka kontrak dapat diadendumkan untuk menjaga kualitas pengerjaan.

“Saya berharap pekerjaan ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan apa pun dan Makassar ini betul-betul menjadi kota yang nyaman,” harapnya.