Daerah  

PPP Turun Tangan Tanpa Basa-Basi, 4 Banom Bergerak Bersihkan Bantaeng Pasca Banjir



Badan Otonom (Banom) PPP diterjunkan langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bantaeng.

BANTAENG, MELEKNEWS.ID — PPP kembali membuktikan diri tidak sekadar hadir saat kampanye. Kamis, 25 Desember 2025, empat Badan Otonom (Banom) PPP diterjunkan langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bantaeng. Langkah ini menjadi respons nyata atas bencana yang melumpuhkan sejumlah titik pemukiman warga beberapa hari sebelumnya.

Banjir yang terjadi
beberapa waktu yang lalu meninggalkan persoalan serius. Sampah, lumpur, dan kotoran berserakan di lingkungan warga, menciptakan kondisi kumuh dan berisiko tinggi bagi kesehatan masyarakat. Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berpotensi memicu wabah penyakit pasca bencana.

Di tengah ancaman itu, kebutuhan akan tindakan cepat dan terorganisir menjadi mutlak. Pembersihan lingkungan dan pengendalian risiko kesehatan tidak cukup hanya dengan imbauan, melainkan harus diwujudkan lewat kerja lapangan yang konkret.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng bergerak, namun dorongan kolaborasi menjadi kunci. Di titik inilah PPP mengambil peran. Melalui koordinasi Ketua DPC PPP Bantaeng, Dra. Hj. Andi Sugiarti Mangun Karim, empat Banom dikerahkan untuk melakukan aksi sosial terpadu.

Aksi difokuskan pada kegiatan fogging dan penyemprotan di tiga lokasi rawan, yakni Garegea, Lorong Sunyi, dan Kayangan. Ketiga titik tersebut berada di wilayah Kelurahan Tappanjeng dan Kelurahan Bonto Rita, kawasan yang terdampak cukup parah pasca banjir.

Langkah ini bukan kerja serampangan. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi ketat dengan Dinas Kesehatan serta para lurah setempat, memastikan tindakan yang diambil tepat sasaran dan sesuai standar kesehatan lingkungan.

“Alhamdulillah, masyarakat merespons dengan sangat baik. Kegiatan berjalan lancar berkat kolaborasi semua pihak,” ujar Fahmy, pengurus inti Banom GMPI. Dukungan warga menjadi bukti bahwa kehadiran langsung di lapangan jauh lebih bermakna daripada sekadar pernyataan sikap.

Aksi ini digerakkan oleh para pemuda Banom PPP yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Mereka turun langsung membersihkan, menyemprot, dan berinteraksi dengan warga tanpa jarak, menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal atribut formal.

Ketua Banom GPK, Ivan, dan Ketua Banom WPP, Nurwahidah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda dadakan. Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosial tahunan yang secara konsisten dilakukan PPP sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Sementara itu, Etty dari Banom AMK menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan badan otonom partai. Menurutnya, kerja kolaboratif adalah satu-satunya cara efektif menghadapi persoalan sosial pasca bencana.

Di akhir kegiatan, apresiasi disampaikan kepada Dinas Kesehatan, para lurah, serta anggota DPRD dari PPP, Marzuki Hasan dan Andi Ramlah (Kr. Deko), yang hadir langsung membersamai aksi. Pesannya tegas: PPP tidak datang membawa janji, tetapi kerja nyata di saat masyarakat paling membutuhkan.