Pimpinan Pondok Pesantren di Bantaeng Dituding Pungut Uang Ijazah dan Dana PIP Masuk Rekening Pribadi



BANTAENG, MELEKNEWS — Kabar tak sedap berhembus dari salah satu Pondok Pesantren di Bantaeng. Pimpinan pondok dinilai mencoreng dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam.

Menurut beberapa sumber, pimpinan pondok melakukan pungutan dari santri yang sudah lulus ujian akhir. Dimana santri diwajibkan membayar antara Rp 1 sampai Rp 1,5 juta.

Selain pembayaran ijazah, dana Program Indonesia Pintar (PIP) dari pusat tidak masuk ke rekening santri penerima, tapi ke rekening pribadi pimpinan pondok.” Seharusnya dana tersebut masuk ke rekening masing-masing santri”, ujarnya.

Kepala Seksi Pontren Kemenag Bantaeng, Abdul Halim Yaqub, Rabu (11/1/2023), mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pimpinan ponpes yang bersangkutan. “Saya sudah telpon pimpinan ponpes dan sudah memberikan klarifikasi ke saya”, katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, H Ahmad Jailani, mengaku, belum menerima informasi terkait masalah ini. “Maaf. Saya belum menerima informasi tentang masalah ini. Nanti saya hubungi Kasi Pontren, ya”, ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Imamus Sunnah Bantaeng, Samir Idris, membantah tudingan melakukan pungutan uang ijazah. “Itu tidak benar”, bantahnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya, santri tidak dikenakan wajib bayar ijazah. Artinya, untuk pembayaran ijazah ini, sifatnya suka rela dan itupun bervariasi.

“Ada yang memenuhi tawaran pondok sesuai angka di atas. Ada yang hanya sanggup membayar setengahnya. Bahkan ada yang tidak membayar sama sekali, yakni santri yang tidak mampu”, jelasnya.

Untuk pembayaran ijazah tersebut, lanjut Samir, sebelum diputuskan, terlebih dulu dipublis ke grup WA internal ponpes yang melibatkan pengajar dan orang tua santri. “Jadi, sudah disepakati melalui grup WA”, imbuhnya.

Mengenai dana PIP, juga dibantah Samir. Kata dia, dana tersebut diterima santri melalui rekening atas nama masing-masing santri. “Itu tidak benar. Karena dana PIP masuk ke rekening masing-masing santri sesuai petunjuk dari pusat”, pungkasnya.