Menuju Pilkada 2024, Ilham Azikin dan Nurkanita Dapat Dukungan Keluarga Mantan Bupati Bantaeng



BANTAENG, MELEKNEWS.ID — Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin dan Nurkanita M. Kahfi mengunjungi kediaman keluarga besar mantan Bupati Bantaeng ke-4, Darwis Wahab. Pertemuan ini dihadiri oleh ratusan pensiunan dan tokoh masyarakat setempat.

“Saya hadir di sini untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan saat pendaftaran ke KPU kemarin. Saya melihat banyak senior yang semangatnya tidak kalah dari generasi muda Bantaeng. Terima kasih,” ujar Ilham Azikin.

Momen unik terjadi dalam pertemuan tersebut ketika Ilham dipersilakan duduk di kursi peninggalan Darwis Wahab, yang memiliki nilai simbolis tinggi.

“Keluarga kami sepakat, hanya Ilham Azikin dan Nurkanita M. Kahfi yang boleh duduk di kursi ini. Calon lain tidak akan mendapat kesempatan. Ini simbol kemenangan untuk periode kedua,” jelas Ani Darwis, anak dari Darwis Wahab.

Kursi tersebut merupakan pesanan khusus mendiang Darwis Wahab saat menjabat, terbuat dari kayu Jepara dengan lambang Garuda di bagian belakang sebagai simbol kepemimpinan.

“Kursi ini dipesan langsung dari Jawa, khusus untuk jabatan ayah kami,” tambahnya.

Bagi Ilham, keluarga Darwis Wahab merupakan bagian integral dari kemajuan Bantaeng. Mendiang Darwis Wahab telah meletakkan dasar pemerintahan yang kuat di kabupaten tersebut.

“Darwis Wahab adalah sosok pemimpin yang berhasil membangun Bantaeng. Ia telah mewariskan tatanan pemerintahan yang baik,” ujar Ilham.

Hubungan erat antara Ilham dan keluarga Darwis Wahab juga ditandai dengan cerita saat Ilham mencoba memberikan jabatan kepada salah satu anggota keluarga tersebut, namun ditolak karena tidak ingin memanfaatkan posisi kekuasaan.

“Ini menunjukkan bahwa hubungan kami bukan soal kepentingan jabatan, melainkan murni karena nilai kekerabatan,” kata Ilham.

Darwis Wahab sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin tegas dan dihormati, yang selalu mengenakan pakaian serba putih, serta pernah menjabat sebagai Bupati Bantaeng selama dua periode dari 1978 hingga 1988. (*)