Sexi Dancer di Lapangan Hitam Bantaeng Yang Menuai Sorotan, Ketua Panitia Minta Maaf

Minggu, 19 Juni 2022 | 10:29 WITA
Penulis :
Ketua panitia Anniversari Auto Contest 2022 KIDC Bantaeng

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Kegiatan Anniversary Auto Contest 2022 Khinsip in Driving Chapter (KIDC) Bantaeng yang dilaksanakan di Lapangan Hitam Pantai Seruni pada Minggu, 12 Juni 2022 lalu menuai sorotan dari sejumlah pihak.

Pasalnya pada gelaran itu, ada agenda dadakan sexy dancer yang oleh sebagian warga, masih sangat tabu untuk dihadirkan di Bantaeng.

Menyikapi hal tersebut Ketua Panitia kegiatan, Ahmad Effendi mengatakan kalau pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut.

Dia menyebut kalau dancer itu dilakukan secara spontan dan diluar rundown kegiatan Anniversary KIDC Bantaeng.

Ahmad Efendi juga menyampaikan kalau Kegiatan tersebut adalah murni dilakukan oleh Komunitas KIDC Indonesia Chapter Bantaeng dan tanpa melibatkan pihak siapapun.

“Saya atas nama panitia pelaksana kegiatan meminta maaf kepada semua pihak atas munculnya agenda tambahan di kegiatan tersebut, jujur kami sampaikan kalau dancer itu tidak ada dalam agenda kami jadi itu kegiatan tambahan yang dilakukan secara spontan oleh sponsor untuk memeriahkan penutupan” jelasnya saat melakukan konferensi pers pada Sabtu (18/6/2022).

Mengenai pemasangan logo dan foto Bupati Bantaeng pada background panggung musik, sebagai ketua penyelenggara Dia juga meminta maaf kepada Pemkab Bantaeng dan seluruh masyarakat.

“Kami meminta maaf yang sebesar besarnya karena tidak berkoordinasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Aktivis pemuda di Bantaeng, Restu Amal mengatakan kalau harusnya pihak penyelenggara intens dalam melakukan komunikasi terlebih dahulu ke Pemkab Bantaeng agar hal seperti itu tidak terjadi.

“Kita harus objektif. Tidak bijak ketika sorotan itu ditimpakan sepenuhnya ke pemerintah sebab ini bukan kegiatan Pemkab. Dan saya yakin Pemkab tidak akan mungkin mengizinkan kegiatan yang bernilai negative seperti itu” ucapnya.

Lebih lanjut, Restu mengatakan kalau ini hanya gagal komunikasi antara pihak penyelenggara dengan pemerintah, menurutnya ada koordinasi yang tidak jalan antara panitia dan sponsor dengan pihak pemerintah sehingga terjadi hal seperti itu.