Kembalikan Kejayaan Sutra, Plt Gubernur Sulsel Siapkan Mesin Sesuai Kebutuhan Petani

Jumat, 23 April 2021 | 14:04 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MAKASSAR, MELEKNEWS – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendorong upaya pengembalian kejayaan sutra di Sulsel dan Kabupaten Wajo serta Soppeng menjadi dua daerah yang akan menjadi fokus sentra pengembangan sutera tersebut.

Mendukung hal itu, Pemprov Sulsel membangun dua rumah produksi pemintalan sutra di Soppeng dan Wajo.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil melaporkan ke Plt Gubernur Sulsel terkair progres hal itu.

“Kita rencana untuk pengadaan mesin pemintal. Pada prinsipnya, beliau mengatakan jalan saja yang penting bermanfaat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya, Jum’at (23/4/2021).

Namin untuk pengadaan dua mesin pemintal untuk Kabupaten Wajo dan Soppeng, Dinas Perindustrian Sulsel masih perlu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

“Bapak Plt Gubernur meminta agar ada surat pernyataan dari daerah, apakah mesin ini sesuai yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong kejayaan sutra di Sulsel. Apalagi sejak tahun 1980-an, popularitas produksi kain sutra hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Sulsel. Khususnya produksi yang terbesar saat itu pada tiga daerah yaitu Kabupaten Wajo, Soppeng, dan Enrekang. Tak hanya dikenal di pasar lokal, kain sutra dari ketiga daerah itu juga kerap kali mengisi pasar nasional, bahkan pasar internasional.

Andi Sudirman berharap hal ini selain mengembalikan kejayaan sutra bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah.

“Industri kain sutra sudah menjadi usaha dan kerajinan turun temurun bagi masyarakat Wajo maupun Soppeng. Karena ini bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Andi Sudirman.

Olehnya itu, kata dia, “kita siapkan mesin yang sesuai kebutuhan petani (sutra). Sehingga alatnya bisa dimanfaatkan lebih baik oleh para petani,” pungkasnya.