Gelar Pengajian Virtual, Wagub Sulsel : Menambah Iman dan Imun

Jumat, 26 Februari 2021 | 11:56 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MAKASSAR, MELEKNEWS — Mengangkat tema “Dimanakah Allah?”, Andalan Mengaji kembali mengadakan pengajian virtual, Selasa (23/2/2021).

Agenda rutin ini diinisiasi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Pengajian virtual ini dibuka dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh putra dan putri dari pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan istrinya, Naoemi Octarina.

Dalam pengajian virtual ini menghadirkan Pengisi dan Pembina Rumaysho, Ustad Muhammad Abduh Tuasikal. Yang ditayangkan secara live melalui Facebook Andi Sudirman Sulaiman dan akun Instagram @andisudirman.sulaiman, serta dilakukan melalui zoom.

Ustad Muhammad Abduh Tuasikal menyampaikan, bahwa Allah dekat kepada hamba-Nya, ketika kita sedang bersujud. Bahkan Allah mengabulkan doa-doa dari hamba-Nya.

“Kursi Allah lebih besar dari langit dan bumi. Kursi tersebut adalah tempat meletakkan telapak kaki Allah, adapun Arsy tidak ada yang mengetahui ukurannya. Ukuran timbangan Arsy sangat berat sebagaimana digambarkan dalam dzikir pagi dan petang,” ucapnya.

Ustad Muhammad Abduh Tuasikal juga menuturkan bahwa keberadaan Allah juga terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan Allah Maha Tinggi, begitu pula dalam shalat, bacaan dalam bersujud memiliki makna yang menyebut nama Allah Maha Tinggi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap, kajian ini bisa memberikan manfaat dengan bertambahnya pemahaman di dalam agama. Serta bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.

“Dengan bertambahnya iman kita, maka imun juga akan meningkat,” ungkapnya.

“Pengajian ini sekaligus penyegaran kembali, merefresh diri dari hiruk pikuk duniawi untuk mengenal akhirat dan menambah pemahaman agama kita,” jelasnya.

Penetapan tema ini, kata dia, agar bisa lebih mengenal Allah. Meski pertanyaannya mudah, namun masih banyak yang salah menafsirkan keberadaan Allah.

“Banyak yang cari-cari, menafrsirkan sendiri, menerka sendiri, bahkan mengambil referensi dari berbagai sumber tentang Dimana Allah. Pertanyaan ini mudah, tapi kita perlu mengkajinya,” jelasnya.