Pemerintah Menghapus BLT Subsidi Gaji

Jumat, 5 Februari 2021 | 23:38 WITA
Penulis :
Gambar ilustrasi

JAKARTA, MELEKNEWS — Bantuan subsidi gaji yang dikemas dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan selama di tahun 2020 lalu sangat membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Pandemi.

Namun sayangnya di tahun 2021 ini
BLT subsidi gaji yang diberikan kepada para pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta tersebut tak lagi dilanjutkan dengan alasan tidak lagi dianggarkan di APBN 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan RI, Rahayu Puspasari.

“Sudah tidak dianggarkan di APBN 2021 karena pemerintah menganggarkan dalam.bentuk program yang lain” ucapnya, Rabu (3/2/2021).

Dirinya menyampaikan kalau pemerintah menganggap bahwa tahun 2021 ini perekonomian masyarakat akan segera berangsur pulih dari krisis

Sehingga menurutnya yang perlu diperkuat adalah pemberian bantuan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Pemerintah kan juga memberikan dukungan untuk subsidi bunga, penempatan dana, dan lain lain sehingga harapannya usaha mereka bisa berjalan lagi dan membaik, begitu juga karyawannya. Pemerintah juga punya program perlindungan sosial. Itu kami perkuat tapi untuk bottom 40%, seperti BLT kartu sembako, BLT desa masih ada,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pelaksanaan program tersebut kembali dilanjutkan.

Dirinya menganggap kalau keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyetop BLT subsidi gaji adalah hal yang keliru.

“Mestinya BLT ini tetap dilanjutkan dan kalau bisa penerimanya ditambah dari yang sebelumnya berjumlah 12,4 juta” tuturnya.

Menurutnya kedepan akan banyak terjadi pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Di semua sektor usaha Industri nantinya akan melakukan PHK, termasuk industri baja dan semen, denga adanya BLT subsidi upah akan menjadi penyangga buruh dan keluarganya bertahan hidup,” jelasnya.

Diketahui BLT subsidi gaji diberikan kepada para pekerja yang memiliki gaji dibawah RP 5juta untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19 selam tahun 2020 lalu. (Rafli).