Terdampak Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Bantaeng Bakal Dapat Asuransi

Minggu, 12 Juli 2020 | 12:51 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bantaeng, MELEKNEWS – Pasca banjir bandang yang melanda kabupaten Bantaeng, ratusan hektare lahan pertanian bakal mendapat asuransi.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala dinas pertanian kabupaten Bantaeng, Budi Taufik saat di temui awak media di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2020).

Dia menyebutkan kalau ada sekitar sertaus hektare lahan pertanian di Bantaeng yang bakal menerima asuransi pertanian.

Menurutnya kalau asuransi pertanian ini adalah salah satu program unggulan Bupati Bantaeng dan juga satu-satunya Kabupaten yang menggratiskan.

“Asuransi pertanian ini adalah salah satu program unggulan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin” ucapanya.

Dirinya berharap agar program pengajuan klaimnya secepatnya dapat diajukan dan premi asuransinya segera direalisasikan.

Dia menuturkan kalau program asuransi pertanian ini merupakan program yang memberikan perlindungan kepada para petani juga sekaligus mengurangi kerugian petani

“Program yang dicetuskan Bupati ini, untuk memberikan kepastian terhadap petani di Bantaeng agar tetap bisa berusaha setelah tertimpa musibah” jelasnya.

Sementara untuk persyaratan mendapatkan polis asuransi Jasindo itu lahannyabharus terdaftar sebagai. kepesertaan asuransi Jasindo.

Selain itu, juga adalah lahan yang terdaftar dan terkena puso atau gagal panen yang disebabkan musubah Banjir serta kemarau panjang atau terserang hama penyakit.

“Saat ini, pihak Jasindo sudah melakukan inventarisasi dan verifikasi di lapangan, sebab persyaratan mendapatkan asuransi itu,selain sudah terdaftar juga mengalami tingkat kerusakan lahan hingga 75 persen setiap bidang,” papar Budi Taufik.

Tingkat kerusakan yang di maksud itu bukan berdasarkan atas luasan lahan, melainkan berdasarkan petakan.

Yang dimana jika satu hektar hamparan lahan terdapat beberapa petak didalamnya, maka dalam satu petak itulah yang dihitung, minimal lebih dari 75% tingkat kerusakannya.

Besar harapan petani, klaim asuransi yang diajukan itu dapat terpenuhi melihat usia tanaman yang diserang banjir relatif masih muda.(SHKM)

Bagaimana Tanggapan Anda?


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita sebelumyaSejumlah Tenaga Medis Puskesmas Kota Bantaeng Jalani Karantina
Berita berikutnyaDua Mahasiswa di Takalar Diringkus Polisi