Pesan Berantai Semprot Vaksin Corona, Kapolres Bantaeng : Jangan Percaya Itu Hoax

Kamis, 12 Maret 2020 | 0:51 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MelekNews, Bantaeng – Beredar pesan berantai di sosial media WhatsApp tentang perampokan dengan motif semprot vaksinasi virus corona.

Dalam pesan broadcast tersebut bernarasi bahwa modus baru perampokan tersebut memanfaatkan situasi saat masyarakat sedang resah dengan virus itu.

Berikut narasi pesan berantai yang beredar di grup-grup WhatsApp :Bismillah.

Kalau ada yang suruh buka pintu buat semprot virus corona jangan main dibukakan pintunya, mereka itu adalah perampok, Mereka akan bilang : alasannya dari pemerintah program semprot kuman biar steril. Jangan di ijinkan, jika tidak ada pemberitahuan dari RT / RW setempat. Informasikan kepada anggota keluarga lain. HATI-HATI, MODUS BARU YANG MEMANFAATKAN SITUASI SAAT INI SEMOGA BERMANFAAT BAGI SAUDARAKU SEMUA TERIMA KASIH.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Andi Ihsan mengimbau agar masyarakat waspada terhadap orang yang mengaku dari pihak Kesehatan dan pemda Bantaeng, jika mengatasnamakan hendak melakukan penyemprotan vaksin Corona.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak serta merta mempercayai ketika ada yang menawarkan jasa dengan berbagai modus yang pada akhirnya melakukan pencurian ataupun perampokan,” kata Andi Ihsan.

Dia juga meminta agar masyarakat memastikan apakah betul petugas kesehatan atau bukan, dengan memastikan identitas dan surat tugas yang diberikan oleh pimpinan Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan Bantaeng.

Senada dengan itu, Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan sumantri meminta agar masyarakat jangan mudah percaya jika ada yang mengatasnamakan instansi Kesehatan untuk melakukan penyemprotan vaksin virus.

“Sebaiknya konfirmasi pihak terkait dulu. Jangan mudah percaya. Saya pikir yang seperti ini adalah hoax yah, jangan mudah percaya. Jika ada yang mencurigakan, kalau perlu lapor ke Polisi,” tutup Wawan Sumantri saat dijumpai, Rabu, 11 Maret 2020. (SHKM)